
Foto : Engkos Kosasih Kepala Desa Anjun Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Forumnusantaranews.com- Engkos Kosasih, Kepala Desa (Kades) Anjun Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Angkat bicara terkait pemberitaan miring tentang dirinya yang mengatakan, uang hasil iuran para pedagang masuk kantong pribadi kades dan tanpa dasar peraturan desa (Perdes).
Engkos mengatakan bahwa, Perdes tersebut sudah ada sebelumnya dirinya menjabat sebagai kepala desa anjun.
“Perdes itu sudah dibuatkan oleh kades sebelum saya, dan itu disampaikan langsung oleh sekdes kepada saya,” ujar Engkos, Minggu (2/2).
Kalau pun Perdes nya sekarang tidak ada, sambung Engkos, tanya aja ke sekdes (yang sekarang menjabat sebagai TU di pemdes Anjun).
“Jadi gini, Kita (Pemdes Anjun) ada roling jabatan, sekdes yang dulu di roling sekarang menjabat sebagai TU, dulu surat-surat semua ada di ruangan dia waktu dia menjabat sebagai sekdes, tapi setelah dia tidak jadi sekdes kok perdes yang waktu itu dilihatkan ke saya tidak ada, kenapa?,” ucap Engkos terheran-heran.
“Coba tanya sama dia dikemanakan perdes nya, soalnya kan yang pegang kunci lemari di ruangan sekdes waktu itu dia. Saya tidak tau apa tujuan dan maksud nya seperti itu, tapi yang jelas pada saat dia menjabat sebagai sekdes saya percaya sama dia karenakan bagaimana pun kita ini tim di pemerintahan desa,”lanjut Engkos.
Dan perlu diketahui, cetus Engkos, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Desa dirinya tidak perna membuat Kepdes.
“Saya tidak perna buat Kepdes, lagian di kupon iuran itu, dugaan saya ada oknum yang memalsukan tanda tangan saya, soalnya kalau saya tanda tangan pasti disertai stempel,”ujar Engkos.
Disinggung terkait uang iuran para pedagang yang dikatakan masuk kantong pribadi, Engkos mengatakan, kalau uang itu gunakan untuk keperluan Pemdes Anjun serta kegiatan sosial.
“Uang hasil iuran itu di gunakan untuk keperluan di setiap kegiatan yang dilakukan Pemdes Anjun, seperti membeli makanan, Aqua, kopi dan lainnya, pada saat kita melakukan kegiatan yang sifatnya gotong royong. Untuk kegiatan sosial di gunanya seperti untuk ngisi bensin ambulance bahkan ada warga kita yang tidak bisa bayar bpjs kita bayarkan pake uang itu,”kata Engkos.
Dan yang perlu digarisbawahi, ungkap Engkos, uang iuran itu tidak perna saya gunakan untuk kepentingan pribadi.
“Alhamdulillah, uang iuran itu tidak perna saya gunakan untuk kepentingan pribadi apalagi untuk menafkahi keluarga saya,”tutup Engkos.
Tinggalkan Balasan