Ini Kata Kepsek SMPN 3 Purwakarta Terkait Isu Biaya Perpisahan Murid

Foto : Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 3) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Forumnusantaranews.com- Kepala Sekolah SMPN 3 Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Muhammad Husni, M.Pd membantah isu yang beredar tentang pungutan uang perpisahan murid.

Menurutnya, informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak ada pungutan uang perpisahan yang dilakukan oleh sekolah.

Husni menjelaskan bahwa sekolah telah memiliki kebijakan yang jelas tentang acara kegiatan tasyakuran,” Tidak ada pungutan tapi uang tabungan, itupun kalau acara tidak jadi akan di kembalikan. Bagi anak yang tidak mampu (yatim/piatu) akan dilakukan subsidi silang,”ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (26/5/2025).

Isu tentang pungutan uang perpisahan murid tersebut menimbulkan kekhawatiran serta tanda tanya publik. Namun, Husni berharap bahwa dengan klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami bahwa sekolah tidak melakukan pungutan uang perpisahan.

“Untuk acara tasyakuran hanya dikenakan biaya 45 ribu,” tambahnya.

Sedangkan untuk buku kenangan dan lainnya, lanjut Husni, itu persetujuan dari orang tua murid.

“Kalau untuk buku kenangan, foto sampul ijazah dan mendali, itu persetujuan orang tua murid pada saat rapat pada tanggal 15 kemarin, untuk biayanya disesuaikan dengan kebutuhan,”ujarnya.

Dirinya juga menyatakan bahwa sekolah selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan orang tua dan murid tentang kegiatan dan kebijakan sekolah.

“Kita selalu terbuka dengan siapapun, saya berharap bahwa dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami kebijakan sekolah dan tidak percaya pada informasi yang tidak benar,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *