Instit & Mobile Training Unit Untuk Reducing Unemplayment Rates, BLK. Sumenep Realiasi Pelatihan

Sumenep FN: Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Unit Pelaksana Tugas Balai Latihan Kerja Sumenep dalam rangka mengurangi tingkat penganguran masyarakat atau Reducing Unemployment Rates (RUR) mengadakan pelatihan selama satu bulan lebih.

Para peserta di pelatihan tersebut terdiri dari peserta kawasan Madura dan luar daerah. Para peserta yang ikut pelatihan disediakan oleh stack holder BLK. Sumenep dengan fasilitas memadai.

Para peserta disediakan alat  dan seluruh perlengkapan pelatihan, meliputi; ATK, mesin jahit, mesin las dan lainnya, agar semua kebutuhan mereka terpenuhi, supaya selama mengikuti materi dan praktik di pelatihan, mereka pada cenderung menguasai.

” Kami sediakan alat tersebut, walau  sangat sederhana, namun cukup untuk pengusaan tingkat dasar, dan menurut kami, mereka usai pelatihan sudah bisa membuka lapangan usaha. ” Tutur Shobiis Asror, Kasi. Pelatihan & Sertifikasi BLK. Sumenep saat sapa bincang dengan Kabiro Wartawan FN. di ruang tamu, kantor tempat dirinya bertugas, (30/6) rinci penuh makna.

“Bahkan, – ujarnya, – kami beri baju seragam dan jatah konsumsi yang cukup selama pelatihan, mereka juga disediakan oleh kami kamar inap untuk para peserta dari luar kabupaten dan daerah.”

“Semua gratis dan masih ada uang transpot.” Tambahnya spontanitas.

Ada 13  program pelatihan diselenggarakan BLK. Sumenep untuk periode 2025, di antara dari jenis program pelatihan tersebut semisal, menjahit, tata rias kecantikan dan penganten muslim serta pelatihan memproduksi roti kue juga otomotif.

Hal tersebut merupakan pelatihan instit BLK. Sumenep yaitu: pelatihan institusional mengacu pada program dirancang untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di berbagai institusi melalui pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik institusi.

Di lain tersebut BLK. juga menyediakan pelatihan Mobile Training Unit (MTU) atau mobil pelatihan kerja yaitu; sebuah program pelatihan kerja menggunakan kendaraan khusus dengan dilengkapi peralatan pelatihan.

Para peserta usai pelatihan instit BLK. Sumenep akan mendapatkan sertifikat resmi dan akan diujikonpetensi oleh pihak penguji dari hasil selama para peserta mengikuti pelatihan.

Maka ketika disoal jurnalis FN, terkait penyaji pelatihan, Shobiis sapaan depannya ringan menjawab, ” pemateri terdiri dari ASN. dan non ASN. stack holder di sini, tentu sangat profesional, semua menguasai materi bidang bidang pelatihan. ”

Tentu hal itu disediakannya untuk masa depan para peserta latihan agar dengan mudah dapat berusaha dan dapat lapangan kerja, karena para peserta pelatihan sudah mempunyai skill.

“Bila mereka buka usaha, kan berarti sudah menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar, hal tersebut sebagai penambahan in come masyarakat. Artinya, masyarakat bisa bekerja di perusahaan para peserta ikut pelatihan, itu bisa menambah in come ekonomi rumah tangga  masyarakat.”Kilahnya di akhir perbincangan. (Sim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *