IPAL Belum Running, DLH Purwakarta Soroti Pengelolaan Limbah Dapur SPPG Ciwareng 2

Foto : Tim dari DLH Purwakarta saat melakukan verifikasi lapangan ke dapur sppg Ciwareng 2, Kecamatan Babakancikao.

Forumnusantaranews.com- Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur SPPG Ciwareng 2 Kecamatan Babakancikao menjadi sorotan. Meski fasilitas dasar telah tersedia, operasional IPAL disebut belum berjalan optimal dan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan jika tidak segera ditangani secara serius.

Kepala dapur Ciwareng 2, Refaldi yang juga menjabat sebagai Koordinator Kecamatan (Korcam), menjelaskan peran KSPPG hanya sebagai pengingat dan pengawas bukan sebagai penyedia fasilitas.

“IPAL sudah ada berikut filter, tetapi belum running. Operator juga belum tersedia. Saat ini pembersihan masih dilakukan dua kali sehari di grease trap,” ungkap Refaldi, Selasa 31 Maret 2026.

Ditanya perihal SLHS, Refaldi mengatakan untuk, dokumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga saat ini masih dalam proses penerbitan.

“Belum, masih proses,”ucapnya.

Sementara itu, Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan bahwa IPAL harus segera dioperasikan dan dilakukan uji laboratorium untuk memastikan kualitas air limbah memenuhi baku mutu.

“Air limbah yang berada di bawah ambang batas dinyatakan aman, sementara jika melebihi baku mutu berpotensi mencemari lingkungan, makanya harus secepatnya running biar langsung di ujung lab,” pungkas Laela tim dari DLH.

Tim dari DLH juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah secara tepat, terutama limbah dari sisa cucian yang mengandung minyak.

“Jika hanya mengandalkan grease trap tanpa pengolahan lanjutan, minyak berisiko lolos dan mencemari lingkungan,”terangnya.

Selain itu, tim dari DLH juga meminta agar bak kontrol untuk ditutup guna menghindari potensi masalah serta memastikan aliran air tidak tersumbat.

“Pembuangan akhir limbah, baik cair maupun tinja, harus dipastikan aman dan tidak mencemari saluran drainase,” sambungnya.

DLH juga mendorong agar pihak mitra segera mempercepat pengoperasian IPAL guna memastikan seluruh aktivitas dapur tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Dengan aktivitas dapur yang tinggi, pengelolaan limbah yang tidak optimal berisiko menjadi bom waktu pencemaran. DLH pun meminta langkah cepat dan konkret agar sistem IPAL segera berfungsi maksimal.

Sebagai informasi tambahan, Sppg Ciwareng 2 untuk penyaluran pelayanan mencapai 2,446 penerima manfaat dengan dukungan dari 35 karyawan termasuk staf, akuntansi dan kepala sppg. Untuk penggunaan air cukup besar yakni sekitar 2,700 hingga 3.000 liter per hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *