IPAL Dapur SPPG Bukan Sekadar Formalitas: Abaikan Limbah, Siap Hadapi Dampak Serius

Ilustrasi gambar

Forumnusantaranews.com- Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini menjadi sorotan. Di tengah fokus pada produksi dan distribusi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih banyak dapur SPPG yang dinilai mengabaikan aspek krusial, pengolahan limbah dapur.

Padahal, limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur bukanlah limbah biasa. Kandungan lemak, minyak, sisa makanan, serta bahan organik yang tinggi berpotensi menimbulkan berbagai persoalan serius jika tidak dikelola dengan benar. Mulai dari saluran air yang cepat tersumbat, bau tak sedap yang menyengat, hingga bak penampungan yang cepat penuh dan membuat area dapur menjadi kotor serta tidak higienis.

Lebih jauh lagi, kondisi ini dapat memicu keluhan dari masyarakat sekitar yang terdampak, bahkan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih luas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purwakarta , Erlan Diansyah. SE., MP menegaskan bahwa keberadaan IPAL di dapur SPPG tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif semata,

“Sistem pengolahan limbah harus dirancang dan dijalankan secara optimal. Salah satu tahapan penting adalah pemisahan lemak menggunakan grease trap sebelum limbah dialirkan ke sistem IPAL,” Kata Erlan, Senin 6 April 2026.

Dirinya juga mengatakan, air limbah perlu diolah melalui sistem biologis seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), yang mampu menguraikan kandungan organik secara maksimal sehingga air buangan menjadi lebih aman sebelum dilepas ke lingkungan.

“Kalau IPAL hanya sekadar ada tanpa fungsi optimal, dampaknya cepat terasa. Bukan hanya ke dapur itu sendiri, tapi juga ke lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya skala program MBG, pengelolaan limbah dapur menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditawar. Standar operasional harus ditegakkan, pengawasan diperketat, dan kesadaran pengelola dapur perlu ditingkatkan.

IPAL bukan pelengkap melainkan garda depan dalam menjaga kebersihan dapur, kesehatan lingkungan, dan kepercayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *