Iran Menghargai Sikap Tegas Pakistan Menolak Pengakuan Israel



mediaawas.com


,


Jakarta




Iran

mengapresiasi sikap tegas

Pakistan

terhadap rezim zionis

Israel

dan menegaskan bahwa mereka tidak mengenal negara bernama Israel, melainkan hanya sebuah rezim pendudukan yang menduduki wilayah Palestina.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan penghargaan negaranya terhadap posisi Pakistan dalam konflik regional.

“Pakistan telah mengambil sikap yang sangat tegas berkaitan dengan rezim zionis Israel. Dan hal itu adalah hal yang tidak bisa kami cegah,” ungkap Dubes Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2025.

Iran menilai bahwa sikap negara-negara lain dalam mengambil posisi terhadap Israel merupakan pilihan yang bermanfaat dalam konteks regional.

Dalam pernyataan yang mengundang perhatian, Iran menyinggung isu senjata nuklir dan menyatakan bahwa mereka sedang menerima “hukuman” karena tidak mengejar senjata nuklir.

“Kami sekarang sedang menerima kondisi atau sedang menerima hukuman dikarenakan kami tidak mengincar senjata nuklir. Apabila kami seperti rezim zionis dan produksi nuklir, mungkin keadaan kami berbeda sekarang,” kata Boroujerdi.

Pernyataan ini mengindikasikan frustrasi Iran terhadap perlakuan internasional yang dianggap tidak adil dibandingkan dengan Israel yang dipercaya memiliki senjata nuklir.

Seperti dilaporkan


Arab News
,


perkiraan terkini oleh Institut Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), organisasi independen yang telah mengawasi senjata nuklir dunia dan negara-negara yang memilikinya sejak 1966, menunjukkan Israel memiliki sedikitnya 90 hulu ledak nuklir.

SIPRI yakin bahwa hulu ledak ini mampu dikirim ke mana saja dalam radius maksimum 4.500 kilometer oleh pesawat F-15, F-16, dan F-35I “Adir”, 50 rudal darat Jericho II dan III, dan sekitar 20 rudal jelajah Popeye Turbo, yang diluncurkan dari kapal selam.

Dalam posisi yang paling keras, Iran secara tegas menyatakan tidak mengakui eksistensi Israel sebagai negara.

“Kami tidak mengenal negara yang bernama Israel, yang kami kenal sebuah rezim pendudukan di mana terdapat sejumlah tentara yang menduduki sebuah wilayah,” kata Boroujerdi.

Pernyataan ini mencerminkan posisi ideologis Iran yang konsisten menolak legitimasi Israel sejak berdirinya negara tersebut.

Menanggapi harapan Pakistan agar Iran dan Israel dapat menemukan solusi damai, Iran menyampaikan syarat sederhana untuk mengakhiri konflik.

“And this is very easy and very simple. When there is no attack, then this issue will end,” ungkap Dubes Iran.

Iran menegaskan bahwa mereka tidak menyerang tetapi hanya membela diri, dan jika penyerangan berhenti, maka pembelaan diri tidak diperlukan lagi.

Pengakuan Iran terhadap sikap Pakistan menunjukkan upaya membangun solidaritas regional dalam menghadapi Israel. Pakistan, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dan memiliki senjata nuklir, dianggap Iran sebagai sekutu strategis.

Pernyataan Iran ini juga mengindikasikan frustrasi terhadap standar ganda internasional, di mana Israel yang dipercaya memiliki senjata nuklir tidak mendapat sanksi seperti yang dialami Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *