Situasi Kemanusiaan di Gaza Terus Memburuk
Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah, militer Israel terus menghalangi upaya pengiriman bantuan kemanusian bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Armada Sumud Global, yang berupaya membawa bantuan ke wilayah tersebut, menghadapi penahanan dan ancaman dari pihak militer Israel. Di sisi lain, pasukan Israel juga terus menyerang jalur vital yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat setempat.
Pada hari Rabu, militer Israel mengumumkan rencana untuk menutup jalan pesisir al-Rashid, satu-satunya rute yang menghubungkan Kota Gaza dari utara ke selatan. Jalan ini digunakan oleh puluhan ribu warga Palestina untuk melarikan diri dari serangan militer yang intensif di bagian utara wilayah tersebut.
Serangan Militer Israel Menewaskan Warga Sipil
Menurut laporan jurnalis Muhammad Rabah, pesawat Israel menargetkan tenda yang berada di dalam Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah. Serangan ini menewaskan satu warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya. Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa personel medis langsung bergegas menyelamatkan korban luka, salah satunya mengalami cedera parah. Tenda yang menjadi tempat perlindungan tersebut hancur akibat serangan, sehingga menyebabkan kerusakan pada kendaraan di sekitaran area dan memicu kepanikan di kalangan pasien.
Sejak pagi hari Rabu, jumlah korban tewas di Gaza meningkat. Berdasarkan data dari sumber medis, setidaknya 73 orang tewas akibat serangan Israel. Mayoritas korban berasal dari Kota Gaza.

Asap mengepul menyusul serangan militer Israel di Kota Gaza, terlihat dari tengah Jalur Gaza, Rabu, 1 Oktober 2025. – ( AP Photo/Abdel Kareem Hana)
Serangan Terus Menghancurkan Fasilitas Umum
Sebelumnya, dua rudal menghantam sebuah sekolah yang telah diubah menjadi tempat penampungan di sebelah timur kota, menewaskan puluhan pengungsi Palestina. Ketika kru pertahanan sipil bergegas ke lokasi kejadian, serangan tambahan melukai banyak dari mereka dan menewaskan enam warga sipil. Di tempat lain, sedikitnya tujuh orang syahid dalam serangan terhadap sebuah rumah di lingkungan Daraj. Serangan Israel terhadap daerah kantong tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dan serangan terus menghantam daerah-daerah padat penduduk.
Beberapa warga Palestina juga dilaporkan syahid dan terluka dalam pemboman Israel yang menargetkan sebuah rumah di Kamp Pengungsi Al-Shati di barat Kota Gaza. Seorang warga Palestina juga ditembak di daerah Shamaa di Kota Tua di tenggara Gaza.

Asap mengepul menyusul serangan militer Israel di Kota Gaza, terlihat dari tengah Jalur Gaza, Rabu, 1 Oktober 2025. – ( AP Photo/Abdel Kareem Hana)
Kondisi Rumah Sakit dan Keterbatasan Bantuan
Sumber-sumber medis melaporkan bahwa rumah sakit di Kota Gaza beroperasi dengan kapasitas minimum. Penutupan Jalan Al-Rasheed disebut sebagai penghalang masuknya obat-obatan ke kota tersebut. Kondisi ini memperparah kesulitan warga Gaza yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.
Serangan Israel terhadap Jalur Gaza terus berlanjut, mengakibatkan ribuan korban jiwa dan luka-luka. Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi Israel mencapai 66.148 orang syahid dan 168.716 orang luka-luka sejak 7 Oktober 2023. Situasi ini menunjukkan betapa buruknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Tinggalkan Balasan