Perubahan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di ITB Tahun 2026
Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengumumkan perubahan signifikan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026. Salah satu perubahan utama adalah penggantian Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) dengan jalur baru yang diberi nama Seleksi Siswa Unggul (SSU). Ini menjadi bagian dari upaya ITB untuk memastikan proses seleksi lebih inklusif dan berbasis prestasi.
Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru ITB 2026
Pada tahun 2026, jalur penerimaan mahasiswa baru di ITB terdiri dari beberapa skema, yaitu:
- SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi)
- SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes)
- SSU (Seleksi Siswa Unggul)
- IUP (International Undergraduate Program)
Dengan adanya berbagai jalur ini, ITB memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa terbaik dari berbagai latar belakang untuk bergabung dan berkembang di lingkungan akademik ITB.
Transformasi SM-ITB Menjadi SSU
Jalur SSU merupakan inovasi terbaru dalam proses penerimaan mahasiswa. SSU dirancang untuk menemukan siswa dengan potensi dan bakat unggul, baik secara akademik maupun non-akademik. SSU memiliki dua skema utama, yaitu:
- SSU Nontes: Diperuntukkan bagi siswa dengan prestasi akademik, talenta nasional seperti eks-OSN, serta keunggulan dalam seni, olahraga, budaya, keagamaan, dan afirmasi 3T.
- SSU Tes Reguler: Menggunakan ITB AQ Test sebagai alat seleksi, dengan tambahan tes gambar khusus bagi peminat Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta program studi Arsitektur.
Direktur Penerimaan Mahasiswa ITB, Achmad Syarief, menyatakan bahwa SSU bertujuan untuk menciptakan proses seleksi yang lebih inklusif dan tidak hanya berbasis finansial. “Kami ingin memberikan peluang bagi talenta dari seluruh Nusantara agar dapat berkembang melalui pendidikan ITB,” ujarnya.
Program Integrasi Sarjana–Magister (PISM)
Selain perubahan dalam jalur penerimaan, ITB juga memperkenalkan Program Integrasi Sarjana–Magister (PISM). Program ini memungkinkan mahasiswa sarjana berprestasi untuk menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dalam waktu sekitar lima tahun. Hal ini menjadikan proses pendidikan lebih efisien dan mempercepat masa studi tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Perluasan Program Internasional
Di samping itu, ITB juga memperluas jumlah program studi berkelas internasional. Jumlahnya meningkat dari 8 menjadi 27 program studi dalam skema International Undergraduate Program (IUP). Program ini menawarkan kurikulum dengan pengantar bahasa Inggris, serta kesempatan untuk mengikuti perkuliahan di luar negeri, pertukaran mahasiswa, hingga program gelar ganda (double degree) bersama perguruan tinggi mitra internasional.
Tujuan dan Komitmen ITB
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa. “ITB senantiasa berkomitmen menjaring talenta-talenta unggul dari berbagai penjuru untuk mencetak pemimpin masa depan yang inovatif dan berkarakter,” katanya.
Dengan perubahan sistem penerimaan dan peningkatan kualitas pendidikan, ITB berupaya memastikan bahwa mahasiswa yang diterima tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan karakter yang kuat. Hal ini akan membantu membangun generasi muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Tinggalkan Balasan