Gerakan #RukunSamaTeman untuk Membangun Budaya Kerukunan di Sekolah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan kegiatan jalan santai bertema #RukunSamaTeman. Gerakan ini diinisiasi sebagai upaya membangun budaya kerukunan dan memperkuat gerakan anti-kekerasan serta anti-bullying di sekolah-sekolah di Indonesia.
Kegiatan jalan sehat ini diikuti sekitar 250 peserta, termasuk siswa dari 10 SMP, 10 SMA, dan 10 SMK yang berasal dari Jakarta. Peserta menempuh rute dari kantor Kementerian PPPA menuju Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, titik putar di Sarinah, lalu kembali melalui rute yang sama ke titik awal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan bahwa kerukunan menjadi kunci untuk maju bersama. “Kita semua bersepakat bahwa kerukunan adalah kunci kita untuk maju. Kita semua bersepakat bahwa dengan rukun, kita akan menjadi kuat dan sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, kita semua diajak oleh beliau untuk rukun sama teman,” ujar Mu’ti di Kantor KemenPPPA, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (23/11).
Mu’ti menegaskan bahwa kampanye ini akan diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. “Dan ini merupakan bagian dari gerakan yang akan kita laksanakan bersama-sama dengan seluruh komponen di kementerian, termasuk partner kami dengan PPPA agar ini menjadi bagian dari gerakan yang kita bangun di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Ia berharap gerakan ini mampu memperkuat solidaritas sosial di lingkungan pendidikan. “Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari usaha kita bersama untuk membangun Indonesia yang rukun, Indonesia yang damai, Indonesia yang kuat dan hebat,” lanjutnya.
Gerakan Anti-Bullying dalam Kehidupan Sekolah
Menurut Mu’ti, kampanye ini juga berkaitan dengan upaya memperkuat gerakan anti-perundungan di sekolah. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk lebih memperkuat gerakan anti kekerasan di sekolah dengan tema yang sesuai dengan arahan Bapak Presiden, yaitu kita berusaha untuk tagline-nya adalah #RukunSamaTeman,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini bersifat kultural untuk membangun budaya saling menghargai. “Ini adalah sebuah gerakan yang bersifat kultural dan tidak terlalu struktural. Untuk kita membangun budaya saling menghormati, saling menerima, dan juga saling berbagi, dan bersama-sama melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif untuk kita semua dapat memiliki hubungan sosial yang baik dan juga kehidupan dan lingkungan sekolah, dan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” jelas Mu’ti.
“Kita laksanakan kegiatan yang dengan pencanangan ini, kehidupan di lingkungan sekolah khususnya, dan di lingkungan sosial pada umumnya, dapat menjadi kehidupan yang aman, kehidupan yang nyaman dan damai,” tambahnya.
Pentingnya Tema #RukunSamaTeman
Di kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifah Fauzi turut menyampaikan pentingnya tema #RukunSamaTeman untuk mengingatkan anak-anak agar tidak terpaku pada gawai. “Pagi ini Car Free Day dengan tema rukun sama teman, ini sebagai momentum yang sangat penting bagaimana kita mengingatkan kembali bahwa anak-anak kita harus diingatkan untuk selalu rukun dan punya waktu bersama teman. Tidak hanya asyik sendiri dengan gadgetnya masing-masing,” ujarnya.
Gerakan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa. Dengan membangun budaya saling menghargai dan menghormati, diharapkan setiap siswa bisa merasa tenang dan fokus dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kegiatan seperti jalan santai ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua.
Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang peduli terhadap keberlanjutan dan keharmonisan dalam dunia pendidikan. Semangat kerukunan dan kebersamaan akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi muda yang tangguh dan berintegritas.
Tinggalkan Balasan