Kritik terhadap Janji Pemasangan Starlink di Aceh
Janji Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memasang internet satelit Starlink saat meninjau lokasi bencana di Aceh mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satu yang menyampaikan kritik adalah Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Ia menilai bahwa janji tersebut tidak tepat waktu dan seharusnya bantuan sudah diberikan langsung, bukan hanya sekadar dijanjikan.
Susi mengkritik pernyataan Gibran dengan tegas. Menurutnya, seharusnya Wakil Presiden bisa datang dengan pesawat sendiri dan membawa peralatan seperti 10 unit Starlink serta 10 genset kecil. Ia menegaskan bahwa semua peralatan itu bisa langsung dipasang tanpa perlu bertanya-tanya lebih lanjut. Bahkan, ia menyarankan agar jumlah peralatan yang dibawa lebih banyak lagi.
“Seharusnya anda bisa datang dengan pesawat anda bawa Starlink 10, genset kecil 10 dan semuanya bisa langsung pasang. Tidak perlu tanya-tanya. Bawa lebih pun bisa,” tulis Susi melalui akun X miliknya.
Kritik Susi ini kemudian disahut oleh beberapa tokoh publik. Jurnalis investigasi Dandhy Laksono merespons dengan nada serupa. Ia menilai bahwa niat dari pernyataan Gibran justru tampak seperti kampanye.
Selain itu, Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, juga turut memberikan komentar. Ia menilai bahwa jumlah Starlink yang disebutkan Susi terlalu sedikit jika dibandingkan dengan kapasitas seorang Wakil Presiden.
“Kalau 10 itu kelasnya Drone Emprit, Bu. Kelas wapres bisa lah 100 Starlink,” ujar Ismail Fahmi.
Kunjungan Gibran ke Aceh dan Janji Pemenuhan Kebutuhan Warga
Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Rabu (17/12), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjanjikan pemasangan internet satelit Starlink agar warga terdampak bencana bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka. Saat menyapa para pengungsi di Posko Pengungsian BLK Blangkejeren, Gibran sempat menanyakan kondisi sinyal telepon seluler.
“Bapak, ibu sinyalnya sudah baik belum?” tanya Gibran kepada warga.
Pertanyaan tersebut dijawab serempak oleh warga dengan kata “Belum”. Menanggapi jawaban tersebut, Gibran pun menjanjikan solusi. Ia menyatakan akan segera memasang Starlink agar warga bisa segera menghubungi teman-teman atau saudara mereka di tempat lain.
“Nanti kita segera pasangkan Starlink ya biar bisa segera menghubungi teman-teman, saudaranya di tempat lain. Internetnya belum jalan ya? Kita segerakan ya,” ujar Gibran di hadapan warga.
Di hadapan ribuan pengungsi, Gibran meminta percepatan perbaikan infrastruktur, mulai dari jembatan yang rusak, pasokan BBM, hingga listrik dan jaringan internet. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa tempat telah memiliki listrik yang tersambung, namun tetap akan segera dilakukan percepatan.
Fokus pada Kebutuhan Dasar Warga Pengungsi
Selain infrastruktur, Gibran juga berpesan kepada Bupati Gayo Lues agar kebutuhan dasar warga pengungsi menjadi prioritas. Ia menekankan pentingnya ketersediaan makanan minimal tiga kali sehari serta layanan kesehatan yang memadai, khususnya bagi lansia, anak-anak, balita, dan ibu hamil.
“Jangan sampai ada yang sakit tidak terobati. Atau jangan sampai ada yang tidak kebagian makanan atau bantuan apa pun. Kami dari pemerintah pusat atas perintah Presiden ingin memastikan logistik, sembako, semuanya bisa dilancarkan,” pungkas Gibran.
Tinggalkan Balasan