Jono, PNS Disporapar Kuningan yang Mengharumkan Daerah dengan Balap Sepeda Internasional

Kiprah Jono dalam Dunia Balap Sepeda dan Kepariwisataan

Jono (55) adalah sosok yang tidak asing di kalangan pembalap sepeda dan penggemar olahraga roda dua. Meski menjalani tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, kiprahnya di dunia balap sepeda telah mencapai tingkat internasional.

Sebagai Pejabat Eselon IV Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Jono dikenal sebagai salah satu perintis grup balap sepeda internasional yang melibatkan pembalap profesional dari 15 negara di tiga benua, yaitu Asia, Eropa, dan Australia. Total anggota grup tersebut mencapai sekitar 50 orang.

Hingga saat ini, Jono tetap aktif terlibat dalam berbagai kegiatan dan penyelenggaraan event balap sepeda bergengsi, baik tingkat lokal, regional Jawa Barat, nasional hingga internasional. Ia mengungkapkan bahwa selama berkecimpung di dunia balap sepeda, ia mendapatkan banyak ilmu, wawasan, dan pengalaman, terutama dalam penyelenggaraan event.

Peran dalam Pembentukan Komunitas Goweser

Sebelum merintis grup internasional, Jono juga dikenal sebagai pendiri komunitas goweser se-Pulau Jawa pada tahun 2016. Saat itu, komunitas tersebut menghimpun sekitar 350 klub balap sepeda dengan jumlah anggota mencapai 5.000 orang. Angka tersebut bahkan belum termasuk jejaring klub di luar Pulau Jawa.

Setiap kali Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menggelar event tahunan Tour de Linggarjati, Jono selalu hadir dan siap membantu demi suksesnya ajang olahraga prestisius tersebut.

Pengalaman dalam Penyelenggaraan Event

Berkat konsistensinya, Jono sering dipercaya untuk mendesain berbagai event balap sepeda tingkat provinsi, seperti di wilayah Soloraya, Banjarnegara, Cycling Jabar, hingga sejumlah daerah lain, termasuk Aceh. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Commissaire Nasional atau juri wasit nasional balap sepeda.

Salah satu puncak kepercayaan yang diraih Jono adalah menjadi bagian dari Panitia Pelaksana Asian Games Jakarta–Palembang 2018. Pengalaman ini semakin memperkuat reputasinya di dunia olahraga sepeda nasional.

Prioritas sebagai PNS

Meskipun banyak menerima tawaran menjadi pelaksana kegiatan dari klub balap sepeda dalam dan luar negeri, Jono tetap teguh pada komitmennya sebagai abdi negara. Ia memilih menempatkan tugas pokok dan fungsi sebagai PNS di Disporapar Kabupaten Kuningan sebagai prioritas utama.

Beberapa waktu lalu, Jono mendapat kesempatan untuk menjadi penyelenggara balap sepeda di Malaysia selama sekitar 10 hari. Namun, ia memutuskan tidak berangkat karena waktu yang cukup lama. Ia lebih memilih menjalankan kewajiban kedinasan di Disporapar untuk melayani masyarakat, khususnya di bidang kepariwisataan.

Tujuan yang Sama dalam Berbagai Bidang

Menurut Jono, keterlibatannya dalam dunia balap sepeda maupun kepariwisataan memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung kemajuan Kabupaten Kuningan dan membawa nama baik daerah di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Ia menyampaikan bahwa apapun yang dilakukannya, baik di bidang olahraga sepeda maupun kepariwisataan, semuanya bertujuan untuk kemajuan Kuningan dan mengharumkan nama daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *