Kemenag Gorontalo Berkomitmen Perkuat Peran Madrasah
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran madrasah sebagai pusat pendidikan keagamaan. Hal ini dilakukan setelah kondisi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Muhajirin Biluhu dinilai membutuhkan perhatian serius. Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Gorontalo, H. Kaswad Sartono, saat membuka Pembinaan Kepala KUA, Penghulu, dan Penyuluh se-Kabupaten Gorontalo pada Rabu (10/12/2025) lalu.
Acara tersebut dihadiri oleh Kakankemenag Kabupaten Gorontalo, H. Iswad Abdullah Pakaja, Kabid Bimas Islam H. Asrul Lasapa, unsur DWP, pejabat eselon IV, para Kepala KUA, penyuluh, serta penghulu. Selain itu, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan paket bantuan bagi dhuafa di Kecamatan Biluhu dan Batudaa Pantai.
Selama kunjungannya ke MTs Al-Muhajirin, Kakanwil menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi madrasah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jumlah siswa sangat sedikit dan tenaga pendidik yang kompeten tidak cukup, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Al-Qur’an Hadist. Bahkan, ia menemukan siswa kelas 9 belum menguasai kosakata dasar Bahasa Arab.
“Ini adalah persoalan serius. Satu-satunya madrasah di kecamatan ini tidak didukung SDM dan fasilitas yang memadai. Kita harus segera bertindak,” tegasnya.
Sebagai langkah cepat, Kakanwil menginstruksikan penempatan guru dari MAN terdekat untuk membantu proses pembelajaran. Selain itu, Kemenag juga mulai menyiapkan pembentukan Madrasah Aliyah agar lulusan MTs memiliki jalur pendidikan lanjutan di wilayah yang sama.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memulai gerakan gotong royong membangun mushola di madrasah. Ajakan ini langsung disambut antusias oleh peserta dan berhasil mengumpulkan donasi spontan sekitar Rp9 juta dari ASN, DWP Kemenag Kabupaten Gorontalo, serta tambahan kontribusi pribadi dari Kakanwil dan Kakankemenag.
“Mushola ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan karakter siswa. Di sini mereka dilatih berpidato, kultum, hingga tampil di masjid-masjid saat Ramadan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan bahwa pembangunan mushola, penguatan SDM guru, dan penataan manajemen madrasah merupakan langkah strategis untuk menjadikan MTs Al-Muhajirin Biluhu sebagai pusat pendidikan unggulan di daerah tersebut.
Langkah-Langkah Strategis yang Dilakukan
Berikut beberapa langkah yang telah diambil oleh Kemenag Gorontalo dalam upaya memperkuat MTs Al-Muhajirin:
- Penempatan Guru dari MAN Terdekat: Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik yang kompeten.
- Pembentukan Madrasah Aliyah: Memberikan jalur pendidikan lanjutan bagi lulusan MTs.
- Gerakan Gotong Royong Membangun Mushola: Melibatkan partisipasi aktif dari ASN dan masyarakat.
- Peningkatan Kualitas SDM Guru: Melalui pelatihan dan pembinaan berkala.
- Pengembangan Manajemen Madrasah: Memastikan sistem administrasi dan pengelolaan yang efektif dan transparan.
Dengan langkah-langkah ini, Kemenag Gorontalo berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di MTs Al-Muhajirin Biluhu sehingga menjadi contoh madrasah yang unggul dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
Tinggalkan Balasan