Kapal Penembus Blokade Israel Masuk Perairan Gaza



Perahu-perahu dari Armada Sumud Global, yang bertujuan untuk memecah blokade laut di Jalur Gaza, mengumumkan pada hari Kamis, 2 Oktober 2025, bahwa salah satu kapal mereka telah berhasil masuk ke perairan Palestina.

Menurut pernyataan yang dipublikasikan di X, kapal Mikeno berhasil memasuki wilayah pesisir Palestina. Sementara itu, akun Instagram @humantiproject melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi terbaru tentang kru kapal tersebut. Namun, diketahui bahwa Mikeno adalah kapal terdekat dengan Gaza dan belum tercatat sebagai kapal yang dicegat.

Armada Sumud Global melaporkan bahwa militer Israel telah menahan 21 kapal dari armada tersebut. Kapal-kapal ini membawa total 190 orang dari berbagai negara, termasuk Timur Tengah, Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa angkatan laut mereka sedang melakukan penangkapan terhadap kapal-kapal tersebut dan akan memindahkan para penumpangnya ke pelabuhan Israel.

Sebelumnya, armada tersebut juga menyatakan bahwa pasukan Israel telah menahan 223 aktivis yang ikut dalam misi Sumud Flotilla. Menurut laporan dari TRT World, sebanyak 15 kapal dari armada tersebut diserang oleh pasukan Israel sejak malam Rabu, sementara delapan kapal lainnya kemungkinan sedang atau telah diserang.

Armada tersebut juga membagikan daftar nama dan kewarganegaraan 223 aktivis yang berada di atas kapal-kapal yang diserang. Dari data pelacak resmi armada, ditemukan bahwa 20 kapal telah diserang, sementara 24 kapal lainnya masih melanjutkan perjalanan menuju Gaza.

Erdem Ozveren, seorang aktivis Turki dari misi global, menyebutkan bahwa kapal mereka berada kurang dari 30 mil laut dari Gaza. Armada Sumud Global, yang sebagian besar membawa bantuan kemanusiaan dan pasokan medis, berlayar pada akhir Agustus. Ini merupakan pertama kalinya dalam beberapa tahun lebih dari 50 kapal berlayar bersama menuju Gaza, membawa lebih dari 500 pendukung sipil dari lebih dari 45 negara.

Israel telah menerapkan blokade di Gaza selama hampir 18 tahun, menjadikan daerah ini sebagai rumah bagi hampir 2,4 juta penduduk. Pada bulan Maret, blokade tersebut semakin diperketat dengan penutupan penyeberangan perbatasan dan pemblokiran pengiriman makanan serta obat-obatan, yang memperparah kondisi kelaparan di kawasan tersebut.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina, dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. PBB dan organisasi hak asasi manusia telah memberi peringatan bahwa kawasan ini tidak lagi layak huni, karena kelaparan dan penyakit menyebar secara cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *