Kasus Mas Pelayaran: Ayah Baru Pulang Haji Dipenjara usai Anaknya Ribut dengan Driver ShopeeFood

Ayah yang Baru Pulang Haji Terlibat dalam Kasus Penganiayaan Driver ShopeeFood

Seorang ayah yang baru saja pulang dari tanah suci kini harus menghadapi jeruji besi setelah putranya terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap driver ShopeeFood. Insiden ini berawal dari sebuah cekcok yang berujung pada tindakan kekerasan, sehingga menimbulkan reaksi keras dari warga dan pihak kepolisian.

Peristiwa Awal yang Berujung pada Kekerasan

Peristiwa ini bermula saat Takbirdha Tsalasiwi Wartyana (TTW), yang dikenal sebagai “mas pelayaran” karena unggahan videonya yang viral, mengalami konflik dengan driver ShopeeFood. TTW merasa kesal karena pesanan makanannya terlambat datang. Pada malam hari, saat driver ShopeeFood sedang mengantarkan pesanan ke rumahnya di kawasan Bantulan, Sidoarum, Godean, terjadi double order yang menyebabkan keterlambatan sekitar lima menit.

Saat driver mencoba menjelaskan alasan keterlambatan, TTW mulai emosi. Dalam peristiwa tersebut, TTW diduga menarik baju korban dan mencoba mendekatinya. Aksi ini dicegah oleh warga sekitar. Namun, aksi kekerasan tidak berhenti di situ. Dua anggota keluarganya, yaitu kakaknya THW dan ayahnya RTW, juga ikut terlibat dalam insiden ini.

Penetapan Tersangka dan Penahanan

Setelah penyidikan dilakukan, polisi menetapkan ketiga orang tersebut sebagai tersangka. Mereka ditahan di Mapolresta Sleman. Menurut informasi dari Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan, ketiganya mengaku ingin melerai perselisihan, tetapi cara yang digunakan justru memicu kekerasan fisik terhadap korban.

THW disebut menarik baju dan mendorong korban hingga beberapa kali terjatuh, sementara RTW menarik rambut dan tangan korban hingga korban kembali terjatuh. Meskipun mereka berdalih ingin melerai, tindakan yang dilakukan justru menimbulkan luka pada korban.

Reaksi Massa dan Keprihatinan dari Warga

Insiden ini memicu aksi solidaritas dari ratusan driver online pada Sabtu (5/7/2025) dini hari. Mereka mendatangi rumah keluarga TTW, yang berujung pada tindakan perusakan mobil polisi. Padahal, korban AML telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Sleman pada Jumat (4/7) dini hari.

Polisi langsung melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka sejak Minggu (6/7/2025). Saat ini, kasus ini sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Kontroversi Mengenai Identitas TTW

Selain itu, ada kontroversi mengenai identitas TTW. Ia sempat viral karena menyebut dirinya sebagai “mas pelayaran”. Namun, pihak kepolisian mengklarifikasi bahwa TTW bukan lulusan sekolah pelayaran. Ia bekerja sebagai staf admin pelabuhan Fatufia Morowali, Sulawesi Tengah. Selain itu, TTW adalah lulusan Sarjana Akuntansi dari sebuah universitas di Yogyakarta.

Menurut AKP Wahyu Agha Ari Septyan, istilah “pelayaran” yang digunakan TTW dalam cekcok bertujuan untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang disiplin dan tertib. Ia ingin menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat dalam pekerjaannya.

Kondisi Keluarga TTW

Ayah TTW baru saja pulang dari ibadah haji, sehingga keluarga besar sedang berkumpul di rumah. TTW sendiri sedang mengambil cuti untuk menemui keluarganya di Sleman. Namun, belum sehari berada di kampung halaman, ia justru terseret dalam insiden penganiayaan yang berbuntut panjang.

Ketua RT 3 Bantulan, Nur Salim, mengaku kaget saat kerumunan ratusan driver ojek online datang di wilayahnya. Mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan penganiayaan terhadap pasangan driver ShopeeFood.

Kesimpulan

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam situasi konflik. Apalagi jika melibatkan pihak-pihak yang tidak bersalah. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menangani masalah, terutama dalam situasi yang bisa memicu keributan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *