JURNAL SOREANG
– Suasana penuh kehangatan tercipta dalam Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Jakarta belum lama ini.
Di hadapan ratusan orang dari dunia pendidikan di berbagai daerah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, tampil bukan sekadar sebagai pemimpin, tetapi sebagai individu yang hadir dengan sepenuh hati, menyapa para penerima penghargaan dengan penuh kejujuran.
Sepanjang bulan Mei, semarak Hari Pendidikan Nasional telah berlangsung di berbagai daerah. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengajak semua kalangan berpartisipasi mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Alhamdulillah apa yang kami lakukan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran insan-insan pendidikan yang selama ini telah bekerja sama dengan sangat luar biasa. Kita bisa bekerja dengan tetap gembira dan penuh sukacita karena dukungan dari semuanya,” katanya.
Menteri Mu`ti mengucapkan syukur karena selama ini telah banyak program dan capaian yang dilakukannya Kemendikdasmen bersama seluruh ekosistem pendidikan. Apresiasi Pencapaian Seumur Hidup (Lifetime Achievement) diberikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro.
“Khususnya (penghargaan) kepada senior saya Profesor Wardiman Djojonegoro yang bulan depan akan berusia 91 tahun, sangat luar biasa (dedikasi) yang telah diberikan untuk kami di Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah,” katanya.
Ditemui di sela-sela acara, Wardiman menuturkan bahwa malam tasyakuran hari pendidikan nasional ini adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan semangat dengan memberikan penghargaan kepada insan-insan pendidikan.
“Apa yang diberikan sebagai apresiasi seperti ini untuk menghargai upaya seseorang dalam meningkatkan diri agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik meskipun dengan berbagai tantangan,” katanya.
Dia menekankan bahwa dengan geografis Indonesia yang sangat luas, memberikan layanan pendidikan tidaklah mudah.
Tidak semua daerah memiliki akses pendidikan, kemudian masih banyak anak-anak putus sekolah, maka tantangan seperti ini dapat dicapai dengan partisipasi semesta wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua sesuai dengan semangat Hari Pendidikan Nasional.
Selain itu, momen paling mengharukan adalah saat dua anak penyandang disabilitas menyanyikan lagu “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang kemudian disusul dengan penampilan energik Saykoji bersama anak-anak dari PAUD KM 0.
Menteri Mu’ti dan juga para peserta lainnya terlihat menikmati penampilan, menyatu dalam suasana sukacita.
Penghargaan pada malam itu ditujukan kepada sosok-sosok inspiratif yaitu guru yang mengabdi di pelosok, siswa berprestasi, jurnalis yang konsisten mengangkat isu pendidikan, pemerintah daerah yang berani membuat gebrakan kebijakan serta pihak swasta yang melakukan inovasi di bidang pendidikan.
Selain memberi sambutan, Menteri Mu’ti juga aktif berinteraksi dengan anak-anak. Ia mengajukan pertanyaan kepada mereka. “Siapa nama Menteri Pendidikan tahun 1993–1998?” tanya Menteri Mu’ti.
Tiba-tiba saja nama Wardiman Djojonegoro disebut dan langsung diundang naik ke panggung. Pada kesempatan yang sama, Menteri Mu’ti juga menyerahkan penghargaan Pengabdian Sepanjang Hayat kepada Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadi simbol keteladanan lintas jaman.
Malam apresiasi semakin semarak saat ia menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada anak-anak pemenang lomba yang menumbuhkan semangat melakukan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Hadiah yang kami berikan ini tidak sebanding nilainya dengan apa yang sudah kalian lakukan. Kiranya kalian bisa menerima dengan senang hati”, katanya penuh haru.
Suasana menjadi akrab dan cair saat beliau memberikan selamat satu per satu kepada mereka sambil berbincang-bincang. Mereka mengerumuni Menteri Mu’ti, meminta foto bersama yang disambut hangat olehnya.
Tinggalkan Balasan