Tim Kemenkes Kunjungi Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk Evaluasi Pendirian Fakultas Kedokteran
Tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan kunjungan ke kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang. Tujuan kunjungan ini adalah untuk melakukan kajian terkait permohonan rekomendasi pendirian Fakultas Kedokteran (FK). Kajian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan UMT serta kebutuhan dokter di wilayah Provinsi Banten.
Ketua Tim Tata Kelola Penyediaan Tenaga Medis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Kesehatan Kemenkes, Akemat, menjelaskan bahwa rekomendasi diberikan setelah memastikan sejumlah persyaratan standar telah terpenuhi. Ia menyatakan bahwa tim mengkaji apakah persiapan UMT dalam mendirikan fakultas kedokteran sudah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Beberapa persyaratan yang dikaji meliputi ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), seperti dosen dan tenaga kependidikan, kurikulum, serta sarana dan prasarana. Namun, yang menjadi pertimbangan utama bagi Kemenkes adalah kebutuhan untuk mendirikan program studi kedokteran di wilayah Tangerang.
“Yang lebih utama lagi bagi kami di Kemenkes adalah apakah memang ada kebutuhan untuk mendirikan program studi kedokteran di wilayah Tangerang ini, terkait dengan kebutuhan dokter apakah masih ada gap antara supply dan demand dari dokter ada di sini,” jelas Akemat.
Berdasarkan perhitungan Kemenkes, Provinsi Banten saat ini masih mengalami kekurangan atau gap sekitar 900 lebih dokter dari total kebutuhan yang ada. Sementara itu, supply dokter baru berasal dari tiga fakultas kedokteran yang sudah ada.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Desri Arwen, menyatakan bahwa UMT telah memenuhi dasar-dasar penting untuk pendirian FK. “Yang pertama kita sudah mendapatkan akreditasi perguruan atau APT Unggul, dan satu-satunya swasta yang Unggul ini adalah UMT,” jelas Desri Arwen.
Selain itu, Desri Arwen menegaskan bahwa pendirian FK merupakan bentuk komitmen UMT dalam pengabdian kepada masyarakat untuk mengatasi kekurangan tenaga medis. Ia menyoroti bahwa kekurangan SDM dokter di Indonesia, khususnya di Banten, masih sangat kurang. Realitas gap antara kebutuhan yang ada di lapangan dengan SDM-nya itu masih jauh.
“Di situlah UMT hadir di masyarakat untuk hadirkan pendidikan Fakultas Kedokteran ini bagian dari pengabdian kita kepada masyarakat dalam rangka Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” tutupnya.
Persyaratan yang Diperiksa oleh Kemenkes
Dalam proses evaluasi, beberapa aspek penting yang diperiksa oleh Kemenkes meliputi:
- Sumber Daya Manusia (SDM): Ketersediaan dosen dan tenaga kependidikan yang memenuhi standar.
- Kurikulum: Kesesuaian kurikulum dengan standar nasional dan kebutuhan industri kesehatan.
- Sarana dan Prasarana: Kesiapan fasilitas pendidikan, laboratorium, dan tempat praktik mahasiswa.
- Keberlanjutan Program: Kemampuan universitas dalam menjaga kualitas pendidikan jangka panjang.
Komitmen UMT dalam Pengembangan Pendidikan Kedokteran
Rektor UMT menekankan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran adalah langkah strategis dalam menjawab tantangan kebutuhan tenaga medis di wilayah Banten. Ia menyatakan bahwa UMT memiliki visi untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masyarakat.
Dengan akreditasi APT Unggul, UMT menunjukkan bahwa institusi ini telah memenuhi standar kualitas pendidikan tinggi. Hal ini menjadi dasar kuat dalam memperkuat permohonan pendirian FK.
Selain itu, UMT juga berkomitmen untuk menjalankan program pendidikan yang tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian sosial dan peningkatan akses layanan kesehatan.
Peran Fakultas Kedokteran dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan
Fakultas Kedokteran diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan dan pengembangan tenaga medis yang siap menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, FK akan menjadi wadah untuk melatih calon dokter yang memiliki kemampuan teknis dan etika profesi yang baik.
Dengan adanya FK di UMT, diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan antara jumlah dokter yang tersedia dan kebutuhan masyarakat. Ini akan berdampak positif terhadap kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Banten.
Pendirian Fakultas Kedokteran di UMT bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat luas. Melalui pendidikan kedokteran, UMT berkomitmen untuk menciptakan generasi dokter yang berkompeten dan berdedikasi tinggi.
Tinggalkan Balasan