Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kalianget, Kab. Sumenep Sediakan 11 Kapal Mudik Lebaran Gratis bagi Masyarakat Kepulauan

Sumenep FN: Informasi dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kalianget, Kab. Sumenep, Azwar Anas, bertepatan pada Hari Senin,(16/3) di ruang tamu kantor dirinya bertugas tentang mudik lebaran gratis, menjelang Idul Fitri 1447 H. /2026 M. pernyataan mudik lebaran skala Nasional dimulainya dari 13 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026.

Persediaan kapal angkutan muatan mudik lebaran masyarakat kepulauan Sumenep untuk lebaran tahun 2026 disediakannya sebanyak 11 kapal.

Kian kapal sebelum beroperasi sudah di cek serta diperiksa mengenai onderdil kesehatan kapal, dengan tujuan agar penyeberangan laut bisa berjalan lancar dan nyaman.

Selain itu, kru kapal dilakukan pemeriksaan terkait kesehatan dan bebas narkoba olehnya, hal tersebut tentu demi menjaga kelancaran perjalanan dalam penyeberangan laut.

Adapun area tujuan mudik lebaran tahun 2026 meliputi:

Kalinget- Masalembu

Kalianget- Kangaian

Kalianget- Sepudi

Kalianget- Sapeken

Kalianget- Ra’as

Kalianget -Jangkar

Juga ada Kalianget – Giliyang, namun mayoritas untuk wisatawan.

Keterangan didapat dari Azwar Anas, ketika ditanya oleh waratawan media FN, mengenai jumlah penumpang, dirinya menjawab, ” penumpang paling banyak, yaitu dari Kangaian, sedangkan jumlah penumpang memasuki H-6 Idul Fitri 1447 H. sudah menggapai 1800 orang.”

Kemudian dirinya bersaran bagi semua pemudik agar supaya menjaga keselamatan, serta menghimbau supaya datang lebih awal kepelabuhan dari jadwal telah ditentukan oleh pihak terkait, sehingga tidak terjadi berdesakan saat mau masuk ke kapal.

Selanjutnya, penumpang harus bawa KTP. sebagai persyaratan untuk menentukan kesesuaian dengan NIK. KTP terdaftar di tiket.

Berikut diharuskan olehnya supaya patuh terhadap saran petugas kapal.

Menjaga keselamatan barang bawaan dan anak anak menjadi kewajiban penumpang.

Dan jangan memaksakan diri. Pabila penumpang kapal sudah penuh, sesuai kouta pemberangkatan kapal, penumpang yang baru datang tidak boleh memaksakan diri harus ikut. Sebaiknya menunggu jadwal pemberangkatan selanjutnya, demi keselamatan perjalanan laut sampai tujuan.

“Keinginan para penumpang, kapal selalu tersedia saat datang ke pelabuhan. Maksud mereka agar lebih cepat sampai rumah masing masing.

Sedangkan persediaan kapal terbatas, ya… tentu tidak bisa memenuhi keinginan mereka. Harus anteri , menunggu jadwal pemberangkatan berikutnya. ” Ungkap Azwar Anas di akhir perbincangan. (SIM)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *