Kepala Sekolah Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap 5 Anak di Pangandaran

Kejadian Mengerikan di Penginapan Pangandaran

Pada dini hari Rabu, 10 Desember 2025, suara teriakan perempuan yang berasal dari dalam kamar hotel di kawasan objek wisata Pangandaran mengundang perhatian pengunjung. Suara tersebut menimbulkan kekacauan dan membuat beberapa warga segera mendatangi lokasi kejadian.

Setelah mendekati sumber suara, warga dan pengelola hotel akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar tersebut. Saat pintu terbuka, mereka menemukan seorang oknum kepala sekolah dasar (SD) asal Tasikmalaya dengan inisial UR (55) bersama lima anak perempuan remaja. Kejadian ini mengejutkan dan menimbulkan rasa prihatin.

Diduga, kepala sekolah tersebut melakukan tindakan tidak pantas terhadap kelima korban yang masih di bawah umur. Menurut informasi yang diperoleh, pelaku sebelumnya telah memberikan minuman keras kepada para korban. Dua di antaranya bahkan sampai pingsan.

Peristiwa tersebut terungkap setelah warga melihat para korban berlarian keluar dari kamar penginapan dalam kondisi ketakutan dan mengalami luka-luka. Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, menjelaskan bahwa kelima anak tersebut dibujuk oleh pelaku untuk berlibur ke Pangandaran. Mereka kemudian menyewa sebuah penginapan.

Tidak lama setelah itu, pelaku mengajak para korban untuk mengonsumsi minuman keras. Dari keterangan yang diperoleh, pelaku mencoba membujuk salah satu korban untuk melakukan perbuatan tidak senonoh. Namun, korban menolak. Akibat penolakan tersebut, pelaku emosi dan melakukan kekerasan fisik berupa tamparan, pukulan, serta tendangan.

Teriakan Korban dan Peristiwa Berdarah

Melihat kejadian tersebut, korban lainnya merasa ketakutan dan langsung berteriak serta melarikan diri ke luar kamar untuk meminta pertolongan. Teriakan korban didengar oleh warga sekitar yang kemudian segera datang ke lokasi dan mengamankan pelaku.

Meski sempat mendapatkan bogem mentah dari massa, pelaku berhasil diselamatkan. Tak lama kemudian, petugas Reskrim Polres Pangandaran tiba di lokasi dan mengamankan pelaku dari amukan massa yang berkumpul di penginapan tersebut. Pelaku kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan karena kondisi tubuhnya babak belur.

Seluruh korban langsung dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis serta mendapatkan pendampingan psikologis. Dari informasi yang didapat, selain menjabat sebagai kepala sekolah, pelaku juga diketahui menjabat sebagai ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) di salah satu organisasi kemasyarakatan.

Setelah ditangani medis, pelaku kemudian digiring ke Mapolres Pangandaran untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa dua jenis suplemen obat kuat pria dewasa. “Pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif,” kata Yusdiana.

Sementara itu, seluruh korban masih di bawah umur dan penanganannya dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Mengingat melibatkan anak-anak dibawah umur dan diduga dilakukan oleh seorang tenaga pendidik, Polres Pangandaran menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *