Kerja Sama Internasional STMIK Komputama Cilacap dengan NGO Malaysia
Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK Komputama) di Cilacap, Jawa Tengah, resmi menjalin kerja sama internasional dengan sebuah organisasi non-pemerintah asal Malaysia. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STMIK Komputama, Kusnana M.Kom, dan Chairman Pertumbuhan Semporna Prihatin, Hassan Bin Unus. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pusat Kampus STMIK Komputama, Cilempuyang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Fokus Utama: KKN di Sabah dan Transfer Pengetahuan
Menurut Ketua STMIK Komputama, Kusnana, kerja sama ini akan fokus pada pendidikan dan pengabdian masyarakat. Salah satu program utama yang segera diterapkan adalah penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Malaysia. Program ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara internasional.
“Mahasiswa STMIK Komputama akan ditempatkan di Sabah, Malaysia, sebagai bagian dari pengabdian mereka. Ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam lingkungan global,” ujar Kusnana dalam pernyataannya.
Chairman Pertumbuhan Semporna Prihatin, Hassan Bin Unus, menjelaskan bahwa program KKN ini berfokus pada wilayah-wilayah di Sabah yang memiliki akses pendidikan terbatas. Mahasiswa Indonesia akan bertugas mengajar dan mentransfer pengetahuan yang bermanfaat kepada anak-anak dan penduduk setempat.
“Ada transfer knowledge dari mahasiswa Indonesia di sana. Kami sangat berterima kasih karena keahlian yang dimiliki mahasiswa Indonesia bisa diajarkan kepada kami di sana,” kata Hassan.
Jangka Waktu 5 Tahun dan Pertukaran Pelajar
Selain program KKN, kerja sama ini juga mencakup seminar dan workshop, penelitian (research and development), publikasi, serta berbagai program lainnya yang akan diatur dalam Memorandum of Action (MoA). MoU ini memiliki jangka waktu lima tahun, mulai September 2025 hingga 2030, dengan opsi perpanjangan.
Tidak hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri, STMIK Komputama Cilacap juga siap menerima mahasiswa internasional. Hassan Bin Unus menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi penempatan mahasiswa dari luar negeri, termasuk Malaysia dan Filipina, untuk belajar di kampus Cilacap.
“Ke depan, mahasiswa dari Malaysia dan Filipina bisa belajar di sini. Ini kampus luar biasa,” puji Hassan.
Program KTP dan Pengembangan Lainnya
Selama kunjungannya, Hassan Bin Unus juga berkesempatan meninjau berbagai aktivitas mahasiswa di kampus, termasuk pesantren, inkubator bisnis, hingga kebun dan peternakan yang dikelola mahasiswa santri dalam program Kuliah Tani Pondok.
“Saya sangat terkesan dengan program yang terintegrasi tersebut dan berharap program KTP (Kuliah Tani Pondok) juga bisa diikuti oleh mahasiswa asal Malaysia,” ujar Hassan dalam penutupnya.
Tinggalkan Balasan