Foto : Adi Kurniawan Tarigan Ketua PWI Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Forumnusantaranews.com- Dampak dari efesien anggaran Diskominfo Purwakarta menjadi sorotan akibat pengalokasian anggaran kerjasama perusahaan media tahun 2026.
Bukan hanya anggaran, sorotan tajam berdampak kepada persyaratan kerjasama media untuk dijadikan referensi kelayakan kerjasama dengan pemerintah daerah melalui Diskominfo Purwakarta.
Ini menjadi fenomena, pro kontra terjadi ketika pemahaman yang tidak selaras dengan keinginan bahkan kepentingan, sehingga timbul pemahaman yang salah disaat menggulirkan kegiatan kerjasama media.
Di satu sisi, ada yang mengartikan bahwa kerjasama media itu disebut dengan wartawan, padahal, kerjasama media itu layaknya direferensikan melalui perusahaan media dengan masing-masing, wartawan hanya bertugas mengumpulkan informasi di wilayah kerjanya.
“Kalau wartawan itu kan hanya petugas yang dari perusahaan medianya, tugasnya membuat berita dan dikirimkan ke medianya masing-masing,”kata Ketua PWI Purwakarta Adi Kurniawan Tarigan, Jumat 23 Januari 2026.
“Wartawan buat berita dan dikirim ke redaktur, layak atau tidak pemberitaan itu ditayangkan bukan hak wartawan, itu sepenuhnya hak redaksi,”ujar Tarigan sapaan akrab Ketua PWI Purwakarta.
“Dari sinilah diuji, narasi tulisan wartawan dan bagaimana redaksinya mengolah isu terkait pemberitaan, sehingga menjadi pemberitaan yang dikemas sesuai dengan kode etik jurnalis,”ucapnya.
“Begitu juga dengan kerjasama media yang belakangan ini disoroti, tidak bisa wartawan yang memutuskan bekerjasama atau tidak, wartawan itu hanya menyampaikan kepada pihak perusahaan melalui aplikasi Simedkom dari Diskominfo, selebihnya itu urusan perusahaan medianya,”tegasnya.
“Langkah Diskominfo hari ini merupakan langkah tepat, salah satunya memverifikasi perusahaan media, kalau perusahaan medianya saja sudah terverifikasi sudah bisa dipastikan wartawan akan menjadi referensi untuk peliputan,”pungkasnya.
“Kerjasama media di Diskominfo tahun 2024-2025 lalu diduga bermasalah, walaupun Diskominfo hari ini belum mengungkapkan permasalahannya, namun besar dugaan anggaran yang dialokasikan tidak tepat sasaran,”ungkapnya.
Tinggalkan Balasan