Peran dan Kiprah KH Miftachul Akhyar dalam Nahdlatul Ulama
KH Miftachul Akhyar adalah sosok yang sangat dihormati dalam dunia pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai Rais Aam PBNU, beliau memegang jabatan tertinggi dalam struktur kepemimpinan NU. Rais Aam PBNU memiliki peran penting sebagai pemimpin tertinggi di jajaran syuriyah PBNU, dengan kewenangan untuk membuat keputusan kolektif yang bersifat mengikat dan harus ditaati oleh seluruh anggota organisasi.
Tugas utama Rais Aam meliputi pengawasan pelaksanaan keputusan muktamar dan kebijakan umum PBNU, serta memimpin tugas-tugas pengurus besar syuriyah. Selain itu, Rais Aam juga bersama Ketua Umum PBNU menandatangani keputusan strategis dan berwenang membatalkan keputusan yang bertentangan dengan AD/ART NU. Dengan posisi ini, Rais Aam PBNU bertanggung jawab sebagai penjaga moral, arahan, dan pelaksana utama keputusan dalam organisasi, memastikan bahwa semua kegiatan dan kebijakan sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Karena posisi Rais Aam PBNU begitu penting, KH Miftachul Akhyar pun menjadi tokoh yang sangat dihormati. Namun, situasi sempat menggelora ketika beliau ikut menandatangani risalah desakan mundur terhadap Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU. Keputusan ini memicu reaksi dari Gus Yahya, yang menyatakan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya. Ia menegaskan bahwa ia mendapat mandat lima tahun untuk memimpin NU dan akan menjalankannya hingga selesai.
Latar Belakang dan Karier KH Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar lahir pada 30 Juni 1953. Ia adalah putra kesembilan dari 13 bersaudara dari pasangan KH Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah di Surabaya. Pendidikan pesantrennya dimulai dari berbagai lembaga seperti Pondok Pesantren Tambakberas, Sidogiri Jawa Timur, Lasem Jawa Tengah, serta majelis ta’lim bersama Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malang.
Dalam kariernya, KH Miftachul Akhyar pernah menjabat beberapa posisi penting, antara lain Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000–2005), Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018), Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020), serta Penjabat Rais Aam PBNU (2018–2020). Setelahnya, ia terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2021–2026, yang merupakan posisi pimpinan tertinggi dalam organisasi NU.
Selain itu, KH Miftachul Akhyar juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya, yang didirikannya mulai dari nol sebagai pusat pengajian dan dakwah. Ia dikenal memiliki penguasaan agama yang mendalam dan akhlak yang mulia, menjadikannya tokoh yang dihormati dalam dunia pesantren dan NU.
Biodata Singkat KH Miftachul Akhyar
- Nama: KH Miftachul Akhyar
- Tanggal Lahir: 30 Juni 1953
- Asal: Surabaya, Jawa Timur
- Orang Tua: Ayah: KH Abdul Ghoni (Pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah Surabaya)
- Anak ke-9 dari 13 bersaudara
Pendidikan
- Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang
- Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
- Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah
- Majelis ta’lim bersama Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki di Malang
Karier dan Jabatan
- Rais Syuriyah PCNU Surabaya (2000–2005)
- Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018)
- Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020)
- Penjabat Rais Aam PBNU (2018–2020)
- Rais Aam PBNU periode 2021–2026
Aktivitas Lain
- Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya
Kepribadian dan Kiprah
KH Miftachul Akhyar dikenal sebagai ulama yang berilmu mendalam, berakhlak mulia, serta dihormati dalam dunia pesantren dan NU. Ia aktif berdakwah dan membina santri melalui pesantren yang dibangunnya dari awal.
Tinggalkan Balasan