Kisah Pilu Pemilik Galeri di Sungai Kakap, Busana Pengantin Tenggelam

Banjir Rob Mengancam Bisnis Pernikahan di Kalimantan Barat

Banjir rob yang terjadi baru-baru ini telah menjadi tantangan berat bagi para pelaku usaha di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Je Wedding, sebuah galeri busana pengantin yang berada di Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Kondisi banjir tersebut tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap bisnis yang sedang berkembang.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @je_wedding pada Senin, 8 Desember 2025, pemilik galeri menunjukkan kondisi rumah mereka yang terendam air. Tidak hanya bangunan yang terkena dampak banjir, tetapi juga koleksi busana pengantin yang disimpan di dalamnya. Banyak dari pakaian-pakaian tersebut terkena air dan rusak, meskipun sebelumnya masih terbungkus plastik.

Koleksi busana pengantin yang terkena banjir merupakan baju-baju baru yang seharusnya digunakan oleh calon pengantin untuk melakukan fitting. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi pemilik galeri, karena banyak dari pakaian tersebut harus dibuang atau diperbaiki, yang tentunya akan berdampak pada biaya operasional dan keuntungan bisnis.

Video yang diunggah tersebut juga bertujuan untuk memberikan bukti nyata kepada calon pengantin yang meragukan kondisi tempat usaha Je Wedding. Dengan menunjukkan langsung kondisi rumah dan koleksi busana yang terendam banjir, pemilik galeri ingin memastikan bahwa semua calon pengantin memahami situasi yang sedang dihadapi.

“Pengantin kamek tau, die hanya pengennye fitting terus. Yang mau fitting tapi ndak percaya bahwa sini ni banjir, die tu tak cayak,” ujar sang pemilik dengan emosi yang terlihat jelas dalam pernyataannya.

Selain itu, banjir rob juga menyebabkan gangguan dalam proses pemesanan dan pengiriman busana pengantin. Calon pengantin yang sudah memesan baju kini harus menunggu lebih lama karena adanya kerusakan pada koleksi yang ada. Hal ini dapat memengaruhi rencana pernikahan yang telah direncanakan sebelumnya.

Pemilik Je Wedding juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi lingkungan yang semakin tidak stabil. Mereka berharap pemerintah setempat dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah banjir rob yang terus-menerus terjadi. Selain itu, mereka juga berharap bisa mendapatkan bantuan atau dukungan dari pihak terkait agar bisnis mereka dapat kembali berjalan normal.

Masalah banjir rob ini tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, tetapi juga melanda beberapa daerah lain di Kalimantan Barat. Dampaknya sangat luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Masyarakat di sekitar wilayah tersebut kini harus bersiap menghadapi kondisi yang tidak pasti, termasuk dalam hal penyediaan barang dan jasa.

Je Wedding adalah salah satu contoh dari banyaknya usaha kecil menengah yang terkena dampak negatif dari banjir rob. Mereka harus berjuang keras untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka di tengah situasi yang tidak menentu. Dengan kondisi seperti ini, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk bekerja sama mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *