Upaya Kemanusiaan dan Kolaborasi dalam Bantuan Bencana Banjir
Yayasan Pendidikan Graha Kirana melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di Desa Babo dan Desa Rantau Bintang, Aceh Tamiang. Donasi yang disalurkan merupakan hasil dari kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang dilakukan oleh tim relawan yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana serta Graha Kirana National Strategic Defense and Security (NASDEC) Center.
Bantuan ini diperoleh dari berbagai pihak setelah bencana banjir terjadi di Sumatera, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. Proses pengumpulan bantuan melibatkan banyak pihak, termasuk M Suhaimi, seorang alumni IPDN Angkatan XIII Sumut, yang turut berperan dalam pengumpulan donasi dan koordinasi dengan perwakilan warga Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.
Berbagai jenis bantuan telah terkumpul, seperti makanan siap saji, air mineral kemasan, obat-obatan, pampers bayi, pembalut wanita, susu anak, peralatan ibadah masjid, serta beberapa jenis logistik lainnya seperti tangki air dan alat pertukangan dasar. Selain itu, kolaborasi juga dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah tersebut.
Sebanyak 14.000 liter air bersih akan disalurkan kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama dengan PT Satria Nusa Enjinering memungkinkan pemasangan mini–Membrane Bio Reactor (MBR), sebuah alat filtrasi hasil inovasi perusahaan yang digunakan untuk mengolah air yang tercemar endapan lumpur menjadi air bersih. Alat ini sangat penting bagi masyarakat setempat karena dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Pemasangan mini MBR menjadi harapan baru bagi warga, terutama dalam situasi keterbatasan akses air bersih pasca-banjir. Air yang sebelumnya keruh dan tidak layak pakai kini bisa difiltrasi sehingga aman digunakan untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Fasilitas ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang memulihkan martabat dan kesehatan keluarga masyarakat.
Persiapan matang dilakukan oleh tim relawan sejak satu hari sebelum keberangkatan. Pada hari Sabtu dini hari, 13 Desember 2025, tim relawan berangkat menuju Desa Babo dan Desa Rantau Bintang dari kampus utama Graha Kirana di Kota Medan dan tiba pada tengah hari di Desa Babo.
Ketua Sekolah Tinggi STIH Graha Kirana yang memimpin langsung tim relawan mencatatkan bahwa kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar akses menuju Desa Babo masih jauh dari layak dan masih membutuhkan bantuan yang intensif dari berbagai pihak.
Setelah bersilaturrahmi dengan perangkat Desa Babo, tim relawan mulai melaksanakan penyaluran bantuan dengan membagi tim menjadi dua bagian: tim pemasangan mini Membrane Bio Reactor (MBR) yang dilakukan di Masjid Babo Salam dan tim penyaluran bantuan logistik yang dibagikan langsung kepada warga setempat di Desa Babo dan Desa Rantau Bintang.
Baik penyaluran bantuan logistik maupun pemasangan mini Membrane Bio Reactor (MBR) telah selesai dilaksanakan hingga larut malam. Direktur Graha Kirana National Strategic Defense and Security (NASDEC) Center, Prof M Arif Nasution, menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan kepedulian yang tidak berhenti pada bantuan sesaat.
“Bencana menuntut kita untuk tidak hanya hadir, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan. Bantuan logistik penting, namun akses air bersih adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Tinggalkan Balasan