Komisi IV DPR RI Pastikan Ketersediaan Pangan Nataru 2025 Aman

Ketersediaan Pangan Nasional Aman Jelang Nataru 2025

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyampaikan bahwa ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal ini disampaikan dalam rapat dengan Parlementaria di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2025).

Komisi IV DPR RI menilai sejumlah komoditas utama seperti beras, telur, cabai, hingga gula pasir cukup tersedia. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir akan potensi kelangkaan pangan selama momen Nataru.

Stok Beras Dinyatakan Memadai

Menurut Abdul Kharis Almasyhari, cadangan beras pemerintah berada pada level yang memadai. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Kementerian Pertanian dalam rapat terakhir, stok di gudang-gudang Bulog masih mencukupi untuk kebutuhan hingga periode Nataru.

“Stok beras untuk persiapan Nataru saya kira sangat memadai. Jadi enggak usah khawatir stok di gudang-gudang bulog itu masih cukup besar sehingga untuk sampai Nataru saya kira enggak ada masalah,” ujar Abdul kepada Parlementaria di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2025).

Stabilitas Harga dan Kebutuhan Lainnya

Selain beras, Abdul memastikan bahwa komoditas lainnya juga dalam kondisi stabil. Meski begitu, ia mengingatkan kemungkinan adanya kenaikan harga kecil akibat faktor teknis di lapangan.

“Kalau aspek teknis menyebabkan mungkin ada kenaikan (harga) dikit wajar lah karena Nataru, tapi stok so far baik (tercukupi). Dari laporan Menteri Pertanian, kami tanyakan untuk persiapan Nataru seperti apa, ternyata aman,” ujar Politisi Fraksi PKS tersebut.

Stok Beras Surplus dan Menuju Swasembada

Senada dengan Abdul, Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv turut menegaskan bahwa lonjakan permintaan pangan menjelang Nataru tidak akan mengganggu ketersediaan.

Ia menyebut hasil rapat kerja dengan Kementerian Pertanian menunjukkan stok beras nasional dalam kondisi surplus dan pergerakan menuju swasembada.

“Stok beras kita berlebih, menuju swasembada. Insya Allah 31 Desember Indonesia swasembada beras,” ujar Rajiv.

Politisi Fraksi NasDem tersebut juga menambahkan bahwa bantuan pangan pemerintah, mulai dari penyaluran beras hingga minyak goreng bagi kelompok kurang mampu, terus berjalan sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog penuh dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih berlangsung.

“Tidak ada kekhawatiran mengenai beras, stok kita cukup banyak,” tegasnya.

Imbauan untuk Tetap Tenang

Dengan kondisi stok yang dinyatakan aman, Komisi IV mendorong masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah juga diminta memastikan distribusi dan logistik berjalan lancar agar kestabilan harga tetap terjaga sepanjang periode Nataru.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Beberapa langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup selama Nataru. Salah satunya adalah penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang kurang mampu. Bantuan ini meliputi berbagai jenis kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau stok pangan di berbagai gudang penyimpanan, termasuk di Bulog. Adanya program SPHP juga membantu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di pasar.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Meskipun ketersediaan pangan terjamin, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam membeli kebutuhan. Pembelian berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan pasokan dan berdampak pada kenaikan harga.

Pemerintah juga memperhatikan aspek logistik dan distribusi agar semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Nataru dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *