Kecelakaan Maut di Jembatan Citarum Tewaskan Tiga Orang
Pada hari Selasa, 24 November 2025, terjadi kecelakaan maut yang melibatkan beberapa kendaraan dan menewaskan tiga orang di Jembatan Citarum, yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur. Kejadian ini terjadi pada pukul 19.30 WIB. Berikut adalah penjelasan mengenai kronologis kejadian tersebut.
Kronologis Kecelakaan
Menurut informasi dari Kapolsek Cipatat, Iwan Setiawan, kecelakaan terjadi saat truk ekspedisi dengan nomor polisi D 9853 UB sedang dalam perjalanan dari Rajamandala menuju jalan lingkar Cianjur. Truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cianjur. Tiba-tiba, mobil angkot warna kuning dengan nomor polisi D 1984 UZ muncul dari arah yang sama.
Sopir truk ekspedisi menyatakan bahwa angkot tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak dapat menguasai kendaraannya. Akibatnya, terjadi tabrakan keras di tempat kejadian perkara (TKP). Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada kedua kendaraan serta korban jiwa.
Identitas Korban
Dari kecelakaan tersebut, enam orang menjadi korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka berat. Berikut adalah identitas para korban:
- Korban meninggal:
- Adun dan Indri, warga Kampung Balebat Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, KBB.
-
Epet, warga Kampung/Desa Gunungmasigit.
-
Korban luka berat:
- Sigit, warga Kampung Tagogapu, Padalarang.
- D. Fuji, warga Kampung Cijawer, Desa Citatah.
- M. Diki Nurohim, warga Gunungmasigit.
Setelah kejadian, petugas Unit Laka Lantas dari Polres Cimahi dan Cimahi melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Selain itu, evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Kecelakaan Lain di Wilayah Cipongkor
Selain kejadian di Jembatan Citarum, sebelumnya juga terjadi kecelakaan lain di wilayah Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu, 16 November 2025, sekitar pukul 03.30 WIB.
Truk kontainer bermuatan besi terperosok ke sawah di perbatasan Desa Neglasari dan Desa Mekarsari. Truk tersebut sedang dalam perjalanan menuju Karangsari. Namun, saat sampai di lokasi, kendaraan tersebut tidak kuat menanjak sehingga mundur dan terperosok ke sawah.
Meskipun kejadian ini tidak menewaskan siapa pun, namun sempat mengganggu arus lalu lintas karena truk menutupi badan jalan. Pada sore hari, truk tersebut telah dipindahkan dan arus lalu lintas kembali lancar.
Kesimpulan
Kecelakaan yang terjadi di Jembatan Citarum dan wilayah Cipongkor menunjukkan pentingnya kesadaran pengemudi akan keselamatan berkendara. Selain itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kondisi kendaraan dan kecepatan berkendara, terutama di daerah-daerah rawan seperti jembatan dan jalur menanjak. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan keselamatan pengguna jalan terjamin.
Tinggalkan Balasan