Program Pelatihan Mandiri Bersertifikat Kemenag RI Tawarkan Pelatihan Online untuk Guru
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menyelenggarakan Program Pelatihan Mandiri Bersertifikat (PMB) melalui platform PINTAR Kemenag. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Merdeka Belajar Kampus Merdeka – Studi Independen Bersertifikat (MBKM-SIB) Course I yang berlangsung pada 23–27 Agustus 2025.
Pelatihan kali ini dilaksanakan sepenuhnya secara daring (online) dengan sistem asinkron, sehingga peserta memiliki keleluasaan untuk mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja selama periode pelatihan berlangsung. Hal ini memudahkan para peserta dalam menjalani program tanpa terkendala oleh jadwal atau lokasi.
Fokus pada Literasi Kelas Awal
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah Modul 3.8: Mengolah dan Menyikapi Hasil Asesmen Membaca di Kelas Awal. Modul ini merupakan bagian dari seri Pelatihan Literasi: Asesmen Awal Pembelajaran Literasi, yang menekankan pentingnya pemahaman guru dalam menganalisis hasil asesmen membaca.
Tujuan utama dari modul ini adalah memberikan bekal kepada pendidik agar mampu merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan murid, khususnya di kelas awal sekolah dasar. Setiap anak memiliki latar belakang dan kemampuan belajar yang berbeda. Dengan menggunakan hasil asesmen membaca, guru dapat menyusun pembelajaran terdiferensiasi yang lebih inklusif dan tepat sasaran.
Poin Penting dalam Modul 3.8
Berikut beberapa hal yang dipelajari dalam Modul 3.8:
- Persiapan asesmen membaca dilakukan dengan menyusun jadwal dan menentukan lokasi pelaksanaan.
- Tujuan asesmen kelancaran membaca dan pemahaman bacaan adalah mengukur kemampuan siswa dalam memahami teks cerita, baik secara literal maupun inferensial.
- Untuk memetakan kemampuan siswa di awal tahun, guru perlu melaksanakan asesmen awal pembelajaran.
- Dalam keterampilan membaca paragraf, pendidik dapat memberikan tugas berupa empat kalimat sederhana.
- Jika siswa melakukan tiga kesalahan atau lebih dalam kelompok huruf pada asesmen adaptasi pratham, maka asesmen dihentikan dan siswa masuk kategori pemula.
- Asesmen formatif bertujuan menilai kemajuan belajar serta mengelompokkan kembali murid sesuai perkembangan.
- Komponen penting membaca di kelas awal tidak termasuk cerita kompleks.
- Materi lama tidak selalu relevan. Contohnya, Ibu Vira tidak bisa menggunakan materi tahun sebelumnya karena belum tentu sesuai dengan kemampuan siswa saat ini.
- Dalam kegiatan menyebut nama huruf, guru harus mencatat huruf yang benar dan salah.
- Jika siswa sudah mampu menggabungkan bunyi huruf untuk membaca suku kata, tahap selanjutnya adalah mengeja suku kata untuk membaca KVKV.
Manfaat Pelatihan bagi Sekolah
Melalui PMB ini, sekolah didorong untuk lebih memahami pentingnya asesmen awal dalam pembelajaran literasi. Dengan pendekatan berbasis data hasil asesmen, proses pembelajaran diharapkan dapat lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan dasar membaca siswa sejak dini. Pelatihan ini juga memberikan wadah bagi guru untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola pembelajaran yang lebih inovatif dan efisien.
Tinggalkan Balasan