Kunker. Ardi Praptono Ke Sumenep, Ajak Masyarakat Tani Tetap Solid

Sumenep FN: Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Ganding, Kab. Sumenep, Kamis (31/7), kehadiran Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia,  Ardi Praptono, S.P., M.Agr, dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker) dan tatap muka bersama  para Korluh. serta anggotanya di tiga kecamatan bagian barat, meliputi:  Kec. Guluk Guluk,  Kec. Ganding dan Kec. Lenteng, untuk berbincang bincang seputar Pertanian  di area barat Kab. Sumenep.

Tiga kecamatan tersebut merupakan titik potensial penghasil tanaman pangan di Kab. Sumenep. Hasil capaian tanaman padi dalam setiap panen, melebihi dari kecamatan lain, demikian juga dalam tanaman tembakau, tiga kecamatan tersebut sebagai penghasil tembakau super kualitas.

Untuk itu, Ardi, sapaan akrab Ardi Praptono, menghimbau pada Kadis. DKPP. Sumenep melalui Kabid. Sarana, Rina Suryandari, S.P.,M.Si, dan Dewo Ringgih, Koordinator Penyuluh Kabupaten agar supaya tetap Solid.

Solid menurut Bapak Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bukan sekedar punya arti kompak dan kuat, namun baginya, Solid merupakan singkatan dari ( Sobat Perlindungan).

“Solid jadi yel yel kami, yaitu, Sobat Perlindungan Aman, Aman Aman! ” Terangnya di depan para peserta di acara tersebut.

Dimaksudnya, yel yel tersebut menjadi pemicu kekompakan untuk saling melindungi di antara sesama kelompok pelindung masyarakat tani dan dirinya bersaran pada Kadis. DKPP. Sumenep melalui Kabid. Sarana dan Koordinator Penyuluh Kabupaten, agar kelompok kelompok tani yang lebih menonjol dari kelompok yang lain untuk dijadikan agen Solid, sebagai kelompok pelindung kelompok tani yang lain belum banyak pengalaman.

Dengan demikian kelak di kemudian hari pertanian di Sumenep akan lebih meningkat.

” Dulu saya pernah kunjung ke Madura hingga di Sumenep ini, sepanjang perjalanan, saya lihat padi biru daunnya. Terlihat kesemuanya, seluas dari sepanjang perjalanan pohon padi menghijau, maka dalam benak saya berkata, ” Madura” sangat cocok untuk peningkatan pangan. ”

Kemudian Ardi Praptono mengajak  agar supaya tiga kecamatan, meliputi Kec. Ganding, Lenteng dan Guluk Guluk khususnya dan kecamatan lain di seluruh kecamatan yang ada di Kab. Sumenep untuk terus meggalakkan peningkatan produksi pertanian, utamanya padi dan tembakau.

” Madura terkenal dengan penghasil padi dan tembakau, maka untuk mensiasati agar supaya bisa tanam keduanya, harus menanam padi hibrida, tanam padi cepat panen.

Padi dan tembakau ibarat nasi dan lauk pauk. Padi katakanlah sebagai nasi dan tembakau ibarat sebagai lauknya.

Maka untuk cukup musim panen dan bisa menanam tembakau, otomatis padinya harus nanam padi hibrida.

Dengan demikian masyarakat tani bisa tanam keduanya, kalau di musim tanam padi menanam padi hibrida. ” Sarannya di akhir perjumpaan. (SIM)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *