Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Tinggi
Gunung Lewotobi Laki-laki, yang berada di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Dalam dua hari terakhir, gunung berapi setinggi 1.703 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami erupsi sebanyak 61 kali.
Menurut Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, erupsi yang terjadi memiliki ketinggian kolom abu antara 200 hingga 1.500 meter dari puncak. Kolom abu tersebut berwarna kelabu dan disertai dengan guguran, meskipun secara visual jarak dan arah luncurannya tidak dapat diamati.
Aktivitas kegempaan yang tercatat sejak Ahad, 21 September 2025, pukul 12.00 WIT, mencakup delapan kali gempa guguran, 53 kali gempa embusan, dua kali gempa tremor harmonik, enam kali gempa tremor non-harmonik, 14 kali gempa low frequency, lima kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, dan tujuh kali gempa tektonik jauh.
Wafid menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan dominan didominasi oleh letusan dengan ketinggian kolom abu yang bervariasi. Selain itu, gempa low frequency dan tremor menerus sering terjadi dengan amplitudo yang cukup signifikan.
Berdasarkan pengamatan menggunakan alat real-time seismic amplitude measurement (RSAM), dalam sepekan terakhir menunjukkan peningkatan fluktuatif dengan kecenderungan tetap tinggi. Hal ini menegaskan bahwa suplai magma masih aktif, meskipun intensitas letusan tampak lebih variatif.
Pola energi kumulatif kegempaan juga masih meningkat, yang mengindikasikan adanya akumulasi tekanan di dalam sistem magmatik. Data deformasi berdasarkan Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) dalam sepekan terakhir menunjukkan kenaikan komponen vertikal secara konsisten. Pola tersebut mengindikasikan migrasi magma ke kedalaman yang lebih dangkal, sehingga potensi terjadinya erupsi masih kuat.
Grafik tiltmeter juga menunjukkan tren inflasi yang semakin jelas, yang berarti tubuh gunung mengalami pengembungan akibat suplai magma baru.
Terbaru, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi pada pukul 18.09 WITA dengan tinggi kolom abu 800 meter dari atas permukaan kawah. Kolom abu berwarna kelabu condong ke arah barat laut. Erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 7,4 millimeter dan durasi 206 detik.
PVMBG masih menetapkan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level IV atau Awas. Wafid melarang warga beraktivitas di alam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta 7 kilometer sektoral pada arah barat laut-timur laut.
Masyarakat di wilayah rawan bencana perlu mewaspadai potensi banjir lahar jika terjadi hujan lebat, terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak, seperti Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
Tinggalkan Balasan