Kota Malang Unggul dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia
Kota Malang berhasil menjadi kota dengan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tertinggi, mengungguli Jakarta yang sebelumnya menduduki posisi teratas. Skor IMDI yang diraih oleh Malang mencapai 62,67, sementara Jakarta Barat memiliki skor 61,58, Jakarta Selatan 59,93, dan Jakarta Timur 59,23.
IMDI adalah instrumen pengukuran tingkat kematangan digital masyarakat yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Indeks ini merujuk pada framework G20 Toolkit for Measuring Digital Skills and Digital Literacy, yang digunakan untuk menilai sejauh mana masyarakat mampu memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian IMDI dilakukan melalui empat pilar utama:
- Infrastruktur & Ekosistem: Menilai keterjangkauan, kualitas, serta pemerataan akses internet dan ekosistem inovasi sebagai dasar utama digitalisasi.
- Literasi Digital: Mengukur keterampilan dasar seperti komunikasi, berpikir kritis, literasi data, serta keamanan digital, dengan memperhatikan kesenjangan gender dan pendidikan.
- Pemberdayaan: Berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup, termasuk peran masyarakat dalam e-commerce, keuangan digital, media sosial, hingga e-learning.
- Pekerjaan: Menilai kesiapan tenaga kerja dalam menggunakan keterampilan digital untuk pekerjaan saat ini maupun kebutuhan pasar kerja di masa depan.
Capaian Kota Malang dalam IMDI didukung oleh beberapa faktor utama, antara lain:
- Infrastruktur dan ekosistem digital yang kuat dengan skor 79,61.
- Literasi digital masyarakat yang tinggi dengan skor 63,69.
- Pemanfaatan teknologi dalam ekonomi kreatif, UMKM hingga layanan publik dengan skor 57,75.
- Pemberdayaan masyarakat dengan skor 46,55.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya indeks IMDI sebagai tolok ukur kemandirian daerah. IMDI 2025 melibatkan survei terhadap 18 ribu responden individu dan 11 ribu unit usaha. Skor IMDI 2025 mencapai 44,53 atau meningkat 1,19 poin dibanding tahun sebelumnya yang hanya 43,34. “Targetnya, ada peningkatan yang lebih signifikan tahun depan,” ujar Meutya.
Peningkatan ini mencerminkan kemajuan Indonesia dalam transformasi digital, meskipun masih terdapat disparitas antar wilayah. Salah satu pilar yang tumbuh signifikan adalah pemberdayaan, terutama melalui e-commerce dan layanan keuangan digital. Namun, pemanfaatan teknologi di sektor lain seperti layanan publik dan pembelajaran daring masih menjadi tantangan bersama.
“Sektor swasta melaju lebih cepat, sementara pemerintah harus segera berkolaborasi agar digitalisasi di layanan publik juga bisa meningkat dengan cepat,” tambah Menteri Komdigi Meutya Hafid.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski ada progres positif, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Pemerintah dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara merata. Dengan adanya kolaborasi yang baik, Indonesia dapat menjawab tantangan digital yang semakin kompleks.
Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
- Meningkatkan akses internet di daerah-daerah terpencil.
- Melatih masyarakat dalam hal literasi digital, terutama bagi generasi tua.
- Mendorong penggunaan teknologi dalam layanan publik, seperti pendaftaran dokumen, pengaduan masyarakat, dan layanan kesehatan.
- Membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan fokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan literasi, serta pemanfaatan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat, Indonesia dapat terus berkembang menuju masyarakat digital yang lebih maju dan sejahtera.
Tinggalkan Balasan