KABAR BANTEN –
Pembangunan Masjid Terapung Banten atau MTB di Kampung Cibereum, Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang akan dilanjutkan.
Sebelumnya, kebutuhan anggaran pembangunan MTB tersebut diperkirakan mencapai Rp150-200 miliar.
Namun setelah dilanjutkan, kebutuhan anggaran tersebut perlu dihitung ulang mengingat kebutuhan anggaran Rp150-200 miliar itu beberapa tahun lalu.
Mantan Sekda Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengaku bahagia dan bersyukur bahwa niat mulia mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman saat menjabat untuk membangun masjid di Kawasan Wisata Anyer Cinangka bisa mendapatkan respon positif dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
“Karena keberadaan masjid di daerah wisata Anyer Cinangka ini akan menjadi ikon bagi Kabupaten Serang dalam rangka membangun wisata religi di Kabupaten Serang. Mudah-mudahan dengan adanya kesediaan dari Pak Taufik Nuriman beserta jajaran Yayasan Al-Bahru untuk bekerja sama, dan akan dilanjutkan Bupati Serang harapan pemerintah dan masyarakat di sekitar Anyer Cinangka bisa segera terwujud,” ujarnya kepada Kabar Banten belum lama ini.
Entus mengatakan Bupati Serang menargetkan dalam 100 hari kerja tercapainya kesepahaman antara pengurus Yayasan Al Bahru dengan Pemda.
Selanjutnya akan diputuskan oleh Bupati Serang terkait kelanjutannya.
“Yang jelas kami berharap pembangunan masjid ini benar-benar bisa diwujudkan tanpa ada hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku. Kita harapkan seperti itu (5 tahun selesai),” ucapnya.
Menurutnya, jika pembangunan dilakukan oleh semua pihak secara bahu-membahu dan serius, diyakini MTB akan segera terbangun.
“Kalau soal target waktu sih kita relatif ya. Yang penting kan dari awalnya inilah memulainya itu yang terpenting,” ujarnya.
Untuk kebutuhan anggaran kata dia, nanti bisa dihitung ulang.
Kemudian asetnya pun perlu dinilai lagi.
Apakah struktur bangunan lama dapat dilanjutkan atau tidak harus dihitung oleh ahli konstruksi.
“Yang jelas, kita sekarang bergembira karena ada kesepahaman antara bupati lama (ATN) yang punya gagasan dengan bupati baru (Zakiyah). Soal nanti bentuknya, realisasinya seperti apa, saya kira itu soal-soal teknis lah,” tuturnya.
Plh Sekda Kabupaten Serang Rudy Suhartanto mengatakan pembangunan MTB sudah masuk tahap pertama, yaitu konsolidasi dengan ketua yayasan Al Bahru.
Dalam konsolidasi itu, sudah ada komitmen yang dibangun.
“Kemudian ini langkah kedua kita meninjau lokasi, kepastian lokasinya di mana, apa saja yang sudah dilakukan oleh Yayasan Pak Taufik, dan anggaran sudah sejauh mana. Tinggal nanti coba kita bicarakan lebih lanjut langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.
Rudy mengatakan selanjutnya akan dibahas skema dari yayasan, dan upaya pemda untuk membantu agar MTB terwujud.
Karena bupati dan wakil bupati menginginkan agar pada akhir masa jabatan lima tahun ke depan, bangunan tersebut sudah mulai terlihat dan mulai dapat digunakan sebagai fasilitas ikonik Pemerintah Kabupaten Serang.
“Sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Serang yang bernuansa religi,” ujarnya.
Ia berharap MTB akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, dan meningkatkan PAD dari sektor pariwisata.
Mengenai apakah struktur bangunan lama akan dipertahankan atau tidak, Rudy mengaku perlu dilakukan pembicaraan lebih lanjut dengan ketua yayasan dan tim di pemda.
“Kemudian nanti kita susun langkah-langkah selanjutnya supaya lebih terstruktur ya. Tapi sesuai dengan komitmen ibu bupati, pak wakil akan berupaya untuk semaksimal mungkin membantu Yayasan agar MTB segera terwujud,” ujarnya.
Termasuk di antaranya mencari berbagai macam skema bantuan, baik dari mobilisasi perusahaan agar memberikan CSR, maupun meminta bantuan pusat untuk dapat menyiapkan sarana dan prasarana fasilitas di MTB.
“Juga ke provinsi, misalnya ke Pemkab Serang menghibahkan sejumlah anggaran untuk melanjutkan MTB. Kita lihat lagi nanti ke depan skema-skema yang disepakati antara pemerintah daerah dengan kawan-kawan di Yayasan Albahru dan pengurus seperti apa,” ucapnya. ***
Tinggalkan Balasan