Masih di Indonesia, Herry IP Khawatir Fisik Duo Korea Tidak Seimbang dengan Malaysia

Perubahan Signifikan di Sektor Ganda Putra Malaysia

Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, telah memulai penerapan disiplin latihan fisik yang ketat agar mampu bersaing dengan pasangan terbaik dunia. Kehadirannya di sektor ini memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad.

Dalam tahun pertamanya memimpin tim sejak bergabung pada Februari 2025, skuad ganda putra Malaysia berhasil mengumpulkan total lima trofi. Ini menunjukkan peningkatan yang konsisten dan menjanjikan. Meski demikian, Herry IP menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh jumlah gelar, tetapi juga oleh kemampuan untuk melawan pasangan elite dunia.

Beberapa pasangan Malaysia menunjukkan performa yang baik. Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang berada di peringkat dua dunia, telah meraih tiga gelar yaitu Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open. Sementara itu, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, yang berada di peringkat lima, berhasil menambahkan dua gelar di Indonesia Masters dan Malaysia Masters.

Di sisi lain, Arif Junaidi/Yap Roy King, yang berada di peringkat ke-17, akhirnya meraih gelar pertama mereka di ranah BWF World Tour setelah menjuarai Macau Open 2025. Pasangan termuda, Aaron Tai/Kang Khai Xing, yang juga Juara Dunia Junior 2024, menunjukkan performa mengesankan dengan meraih tiga gelar di Malaysia Super 100, Syed Modi International, dan Guwahati Masters.

Namun, konsistensi dari anak didik Herry IP masih menjadi pertanyaan. Pada paruh kedua tahun ini, beberapa pasangan seperti Chia/Soh sering mengalami kekalahan akibat masalah kebugaran fisik. Hal ini membuat Herry mengevaluasi performa para pemainnya dan menilai bahwa kondisi fisik menjadi faktor penting dalam kompetisi modern.

Herry menyebutkan bahwa pasangan peringkat satu dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, menjadi tolok ukur bagi semua pemain. “Jika levelnya hampir sama, siapa pun yang dalam kondisi lebih baik akan menang,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa pasangan Korea Selatan memiliki keunggulan dalam hal kebugaran, sehingga sulit untuk dikalahkan.

Kim/Seo membuktikan prediksi Herry dengan koleksi 11 gelar tahun ini, termasuk Kejuaraan Dunia, meskipun baru berpasangan dalam waktu singkat. Meskipun peningkatan dari lima menjadi sembilan gelar mencerminkan kedalaman skuad yang lebih baik, Herry menegaskan bahwa kesuksesan di level tertinggi akan bergantung pada kesiapan fisik dan strategi.

Sejak masih melatih di Indonesia, Herry sudah menghadapi tantangan besar dari kekuatan fisik ganda putra Korea Selatan. Banyak pasangan Indonesia sering terjegal oleh wakil Negeri Ginseng. Oleh karena itu, Herry berharap bisa melihat peningkatan lebih lanjut dengan fokus pada turnamen-turnamen besar seperti All England, Kejuaraan Dunia di New Delhi, dan Asian Games Aichi-Nagoya.

“Fokus sekarang adalah memilih turnamen yang tepat dan memastikan para pemain tiba dalam kondisi prima,” ujarnya.

Pasangan ganda putra Malaysia akan memulai musim mereka di turnamen Super 1000, Malaysia Open di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 6-11 Januari 2025. Dengan pendekatan yang lebih matang dan fokus pada kebugaran, harapan besar ditempatkan pada prestasi yang lebih baik di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *