Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berdampak Positif bagi Siswa SLB Patriot
Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Patriot di Kelurahan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat kini mendapatkan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 113 paket makanan bergizi disalurkan kepada para siswa tingkat SD hingga SMA. Program ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak berkebutuhan khusus terpenuhi dengan baik.
Para guru turut serta dalam proses penyaluran MBG. Mereka membimbing anak didiknya untuk membantu petugas mengangkat ompreng makanan dari kendaraan berlogo SPPG menuju ruang makan. Makanan lalu disantap bersama pada jam istirahat, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Siswa-siswi SLB Patriot tampak antusias dalam memulai makan MBG. Mereka terlebih dahulu melakukan cuci tangan sebelum berdoa bersama. Setelah itu, mereka membuka omprengan dan mulai menikmati hidangan yang disediakan.
Menu MBG di sekolah tersebut terdiri dari nasi putih, ayam, tahu pepes, sayur capcay dengan wortel dan brokoli, serta buah kelengkeng sebagai hidangan penutup. Menu ini dirancang agar bisa memberikan nutrisi yang seimbang bagi para siswa.
Kepala SLB Pendidikan Patriot, Eulis Siti Hasanah, menyampaikan bahwa program MBG sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa. Anak-anak pun merasa bahagia karena mendapat bantuan makanan.
“Alhamdulillah dengan adanya MBG sangat membantu meningkatkan gizi seimbang. Anak-anak senang dan bahagia. Anak-anak berkebutuhan khusus sangat membutuhkan asupan gizi seimbang untuk pertumbuhan mereka,” kata Eulis, Rabu (1/10).
Eulis juga menilai bahwa MBG bisa meringankan beban keluarga. Terlebih, banyak siswa yang selama kegiatan sekolah selalu didampingi oleh orang tuanya. Hal ini membuat ibu-ibu tidak sempat memasak di rumah.
“Ibunya nggak sempat masak di rumah karena mendampingi anak-anaknya bersekolah. Jadi mengurangi beban keluarga,” imbuhnya.
Jumlah siswa di SLB Pendidikan Patriot terdiri dari pelajar SD sebanyak 40 siswa, pelajar SMP 28 siswa, dan pelajar SMA sebanyak 45 siswa. Mereka adalah anak berkebutuhan khusus dengan kategori tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, tuna daksa, autis, dan downsyndrome.
“Alhamdulillah MBG di sekolah ini yang berjalan sejak bulan Juni (2025) lalu ini aman. Anak-anak senang dan menikmati makanan, katanya enak dan makanan selalu habis,” ujar Eulis.
Program MBG tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi siswa dan keluarga mereka. Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh secara optimal dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Tinggalkan Balasan