Menteri Keuangan Purbaya Ingin Ubah Pabrik Rokok Ilegal Jadi Kawasan Industri

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Produksi Rokok Ilegal

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan rencana untuk mengubah daerah-daerah yang diduga menjadi pusat produksi rokok ilegal menjadi kawasan industri tembakau resmi. Hal ini disampaikannya saat berkunjung ke Gedung Keuangan Negara (GKN) Surabaya, Jawa Timur, pada hari Kamis (2/10).

Purbaya menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk mengembangkan kawasan industri hasil tembakau secara lebih intensif di daerah-daerah yang mencurigakan sebagai pusat produksi ilegal. Dalam kunjungan tersebut, ia bersama jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melakukan pemusnahan produk rokok ilegal.

Menurut Menteri Keuangan, tindakan penindakan terhadap rokok ilegal bukanlah bertujuan untuk menghancurkan industri tembakau, melainkan untuk menciptakan iklim usaha yang adil. Tujuannya adalah mengubah pusat produksi rokok ilegal menjadi kawasan industri resmi.

“Kenapa dibinasakan? Ini kan ada yang bayar pajak, ada yang tidak bayar pajak. Kalau yang bayar pajak dibandingkan dengan yang tidak bayar cukai, mereka rugi dong,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin memperkuat industri rokok legal dan memastikan pengusaha yang taat aturan tetap bisa beroperasi. “Pengusaha-pengusaha itu tidak akan kita buat mati,” tambahnya.

Pengamanan Rokok Ilegal oleh DJP Jatim

Hingga September 2025, Bea Cukai mencatat telah diterbitkan sebanyak 1.519 Surat Bukti Penindakan (SBP) di wilayah Kanwil DJP Jawa Timur I dan II. Dari operasi tersebut, sebanyak 235,44 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp250 miliar.

Sebanyak 59 kasus telah naik ke tahap penyidikan yang ditangani bersama aparat kejaksaan. Selain itu, melalui pendekatan Ultimum Remedium, terdapat 114 keputusan dengan total tagihan sebesar Rp52,6 miliar.

Purbaya menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pasar rokok yang lebih adil. “Akan diberdayakan, tapi habis diberdayakan harus bayar pajak. Kalau tidak, saya sikat,” ujarnya.

Peran Bersama dalam Penanggulangan Rokok Ilegal

Penanggulangan rokok ilegal tidak hanya menjadi tugas Bea Cukai, tetapi juga melibatkan peran TNI, Polri, serta dukungan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah berharap dapat menciptakan industri tembakau yang resmi dan tertib pajak.

Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah berkomitmen untuk memberikan lingkungan bisnis yang sehat dan adil bagi semua pelaku usaha. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan memastikan keadilan di antara pelaku usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *