Banjir di Kabupaten Kendal Mulai Surut, Petani Berharap Panen Lancar
Mendung yang menggantung di langit menjelang senja membuat Tugino segera menyelesaikan aktivitasnya di sawah. Ia bergegas pulang setelah melihat air banjir yang sempat menggenangi lahan persawahan miliknya di Kabupaten Kendal. Banjir yang terjadi selama lima hari lalu menyebabkan beberapa wilayah di Kendal terendam air, termasuk area persawahan milik Tugino.
Kini, Tugino merasa lega karena air bah telah surut dan tidak lagi menggenangi sawah seluas sekitar 1 hektare yang ia tanami. Setelah air surut, tampak beberapa petak tanaman padi rusak dan roboh, sementara tanaman di petak lain kembali hijau. “Banjir itu terjadi pada Kamis kemarin, air masuk ke sawah. Tadi saya cek lagi kondisinya sudah surut. Kemarin juga sudah lumayan surut,” kata Tugino, Selasa (20/1/2026).
Lahan sawah miliknya baru ditanami padi sebulan lalu, namun kembali terendam air akibat banjir. Menurut Tugino, banjir selalu terjadi setiap tahun di wilayah Kecamatan Kendal. Namun, banjir tahun ini memiliki dampak lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Lebih parah yang ini, semoga bisa panen. Kalau dulu masih bisa panen,” ujarnya.
Dampak Banjir pada Lahan Pertanian
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal, Pandu Rapringat Rogojati, mengatakan bahwa banjir juga menyebabkan 1.444 hektar lahan sawah produktif terendam air. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Kecamatan Patebon: 141 hektar
- Kecamatan Kaliwungu: 68 hektar
- Kecamatan Cepiring: 20 hektar
- Kecamatan Brangsong: 407 hektar
- Kecamatan Kendal: 74 hektar
- Kecamatan Rowosari: 512 hektar
- Kecamatan Weleri: 13 hektar
- Kecamatan Ngampel: 177 hektar
- Kecamatan Pegandon: 32 hektar
Pandu menjelaskan bahwa tanaman padi yang terendam air umumnya baru berusia 20 hari. Pada fase tersebut, tanaman berisiko mengalami gangguan pertumbuhan akibat terendam air. “Itu berpotensi mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi yang masih berada pada fase awal,” tambahnya.
Upaya Pemerintah untuk Bantu Petani
Untuk mengatasi dampak banjir, pihak DPP Kendal terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta pemerintah kecamatan guna memantau perkembangan kondisi lahan pertanian pasca-banjir. Mereka juga akan melaporkan kondisi ini ke Kementerian Pertanian dan mengajukan bantuan bibit padi bagi petani yang lahannya terdampak.
Pandu menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan memberikan dukungan kepada para petani. Dengan bantuan yang tepat, diharapkan dapat membantu para petani seperti Tugino agar tetap bisa melakukan panen meski dalam kondisi yang tidak ideal.
Tinggalkan Balasan