Nelayan Tewas Tersambar Petir di Danau Sentani

Upaya Pencarian Nelayan yang Tenggelam Akibat Petir di Danau Sentani Berhasil

Seorang nelayan yang tenggelam akibat tersambar petir di Danau Sentani akhirnya ditemukan setelah dilakukan upaya pencarian yang intensif. Korban bernama Edison Yoku (43 tahun), warga Kampung Jeku Ifar Besar, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura.

Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 6 September 2025, ketika korban sedang memeriksa jaring ikan miliknya di Danau Sentani. Saat itu, cuaca tiba-tiba berubah dan petir menyambar perahu yang sedang dikendarai oleh Edison. Akibatnya, korban terjatuh dari perahunya dan langsung tenggelam.

Pencarian terhadap korban dimulai pada hari kedua, yaitu Minggu, 7 September 2025. Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Jayapura serta Tim SAR Jayapura melakukan operasi pencarian sejak pukul 12.50 WIT. Mereka menggunakan perahu karet SAR Jayapura dan speed boat dari Sat Polairud untuk menelusuri area sekitar Danau Sentani.

Sekitar pukul 15.11 WIT, tim SAR berhasil menemukan korban di pinggir Danau Sentani dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada keluarganya di Kampung Jeku Ifar Besar.

Operasi pencarian melibatkan lebih dari 20 personel dari Sat Polairud dan Tim SAR Jayapura. Proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan kerumunan atau gangguan di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem saat beraktivitas di perairan. Cuaca yang tidak menentu dapat membahayakan keselamatan jiwa, terutama saat berada di tengah danau atau laut.

Kasat Polairud Iptu I Wayan Winaya mengimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terutama jika berada di dekat air. Dengan kesadaran akan risiko cuaca ekstrem, masyarakat bisa lebih siap menghadapi situasi darurat.

Selain itu, penting bagi para nelayan untuk memiliki alat komunikasi yang memadai, seperti radio atau ponsel, agar dapat segera menghubungi pihak berwenang jika terjadi hal tak terduga. Dengan demikian, proses evakuasi dan pertolongan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Kejadian ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya edukasi tentang bahaya cuaca buruk, terutama di daerah yang sering dilintasi oleh perahu atau kapal. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat dapat menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *