Pendekatan OJK dalam Mengatur Ekosistem Kripto
Di tengah semakin meningkatnya perdebatan global mengenai masa depan aset digital, termasuk koin kripto, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pendekatan yang berbeda. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa tugas lembaganya bukanlah hal yang sederhana. Dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), OJK diberi mandat untuk mengatur seluruh ekosistem kripto.
Mahendra menggambarkan tugas ini seperti mengurus “seekor gajah utuh”. Artinya, OJK tidak hanya fokus pada sebagian kecil dari ekosistem kripto, tetapi mencakup seluruh aspeknya. Pandangan ini berbeda dengan langkah beberapa otoritas moneter di Asia. Negara-negara seperti Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang telah menerbitkan stablecoin di wilayah mereka. Namun, fokus regulasi mereka masih terbatas pada aspek tertentu, seperti stabilitas, likuiditas, atau sebagai instrumen diversifikasi.
“OJK tidak hanya mengatur belalai atau ekornya, tapi seluruh gajahnya, dari kepala sampai kaki,” ujar Mahendra dalam sebuah acara kripto di Bali. Menurutnya, OJK berusaha membangun pendekatan yang lebih menyeluruh. Regulasi tidak hanya bertujuan untuk mengawasi pasar atau melindungi konsumen, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi.
Salah satu mekanisme yang digunakan adalah regulatory sandbox. Melalui ini, aturan yang dibuat diharapkan tidak menjadi penghalang bagi kreativitas. Meski begitu, Mahendra tetap sadar akan risiko yang ada. Ia menyebut kompleksitas instrumen digital, tuntutan prudential regulation, serta keterhubungan kripto dengan sektor riil dan industri keuangan lain sebagai tantangan besar.
“Seberapa besar gajah ini kelak, sangat bergantung pada kesiapan sektor riil dan keuangan nasional untuk ikut mendorong pertumbuhannya,” ujarnya. Di sinilah terlihat perbedaan paradigma. Jika regulator di negara lain cenderung menempatkan kripto dalam ruang terbatas agar tidak mengganggu stabilitas sistem, OJK justru menganggapnya sebagai bagian utuh dari lanskap keuangan masa depan.
“Bagi kami ini bukan trade off, tetapi kesatuan. Kami ingin ekosistem kripto tumbuh secara utuh,” tegas Mahendra. Ia menutup pandangan dengan harapan bahwa forum besar terkait kripto bisa membuka cara pandang baru sekaligus menyatukan ekspektasi pelaku industri di tanah air.
“Kalau tahun depan saya hadir lagi dalam pertemuan regulator Asia Pasifik, mudah-mudahan mereka bukan hanya memberi simpati, tapi juga ingin belajar dari pengalaman kita,” katanya. Dengan pendekatan yang komprehensif dan visi yang jelas, OJK menunjukkan komitmennya untuk memastikan pertumbuhan ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan