Operasi SAR Cibeunying Dihentikan, Pemkab Cilacap Fokus Bangun 240 Hunian Sementara untuk Warga

Penutupan Operasi Pencarian Korban Longsor di Cilacap

Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Badan Nasional Search and Rescue (Basarnas) secara resmi menutup operasi pencarian korban longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Penutupan dilakukan setelah berlangsung selama sepuluh hari dan diakhiri dengan prosesi tabur bunga di dua lokasi yang terdampak. Keputusan ini diambil setelah keluarga dua korban yang belum ditemukan menyatakan keikhlasan dan menandatangani persetujuan penghentian pencarian.

Operasi pencarian berakhir pada pukul 16.00 hari Sabtu, 22 November 2025. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjelaskan bahwa seluruh prosedur telah dilakukan sesuai standar operasi SAR. “Tim sudah bekerja maksimal. Setelah evaluasi dan dialog dengan keluarga, operasi resmi kami tutup,” ujarnya.

Sebelum penutupan, keluarga korban bersama pemerintah daerah melakukan tabur bunga di Worksite A-1 pada pagi hari dan di Worksite B-1 menjelang sore. Prosesi ini menjadi tanda akhir dari pencarian dua korban yang masih hilang, yaitu Maysarah Salsabila (14 tahun) dan Vani Hayati Lanjarsari (12 tahun).

Selama operasi berlangsung, pihak berwenang memanfaatkan alat berat, penggalian manual, serta pemetaan area longsoran. Hingga penutupan, sebanyak 21 korban ditemukan meninggal, sedangkan dua lainnya masih dalam status hilang. Dengan penutupan operasi, fokus pemerintah daerah beralih ke penanganan lanjutan, terutama pembangunan hunian sementara bagi para penyintas.

Lahan seluas 3,9 hektare telah disiapkan untuk sekitar 240 unit hunian sementara yang dapat dikembangkan menjadi hunian tetap. Target awal adalah mulai membangun bulan ini, minimal 50 unit terlebih dahulu. Pembangunan tiap unit hunian sementara ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu minggu. Setelah itu, pemerintah akan mengajukan pembangunan hunian tetap melalui BNPB dan Kementerian Keuangan.

Sebelum lokasi ditetapkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan melakukan asesmen geologi sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan Bupati. Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah, menyampaikan permohonan maaf jika selama pencarian masih terdapat kekurangan. “Operasi SAR hari kesepuluh kami nyatakan selesai dan ditutup. Dua korban tidak ditemukan, masing-masing satu di lokasi A dan satu di lokasi B,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa Basarnas tetap membuka ruang koordinasi apabila di kemudian hari ditemukan indikasi baru di lapangan. Abdullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan potensi SAR yang terlibat sejak hari pertama.

Longsor yang terjadi pada malam Kamis, 13 November 2025, menimbun permukiman di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, menyebabkan 46 warga terdampak. Sebanyak 23 ditemukan selamat, dua meninggal pada hari pertama, dan 21 korban ditemukan dalam operasi pencarian sepuluh hari. Dua korban yang tidak ditemukan kini diperingati melalui prosesi tabur bunga di lokasi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *