Para Tokoh Bangsa Hadiri Perayaan Maulid Nabi Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Diikuti Ribuan Jemaah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah pada hari Minggu, 8 September 2025, berhasil menarik perhatian ribuan jemaah. Acara yang diselenggarakan di pelataran pesantren ini dihadiri oleh para pengunjung dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Sumedang.

Selain itu, acara tersebut juga turut dihadiri oleh tokoh penting di Sumedang, yaitu Bupati Dony Ahmad Munir. Kehadirannya menjadi salah satu hal yang menarik perhatian masyarakat dan menjadikan acara tersebut lebih istimewa.

Dalam sambutannya, Bupati Dony menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi kali ini memiliki makna khusus karena dihadiri oleh berbagai elemen bangsa. Ia mengatakan bahwa hadirnya ulama, habaib, umaro, TNI-Polri, mahasiswa, Basarnas, serta para veteran mencerminkan keberagaman yang lengkap. Menurutnya, kehadiran mereka akan membawa keberkahan dan syafaat dari Rasulullah SAW.

Bupati Dony juga menekankan pentingnya momen ini sebagai kesempatan untuk memperkuat warisan Nabi Muhammad SAW, yaitu akhlak mulia, cinta kasih, dan persatuan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan ini sebagai semangat dalam meneladani sifat-sifat Nabi seperti kerja keras, jujur, penuh kasih sayang, sederhana, dan berakhlak tinggi.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Dony juga memohon doa dari semua hadirin agar para pemimpin daerah dapat terus menjaga rakyatnya dengan tulus. Ia berharap doa-doa ini dapat memberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, dan kemampuan bagi para pemimpin untuk melayani masyarakat secara maksimal.

Poin Penting dalam Sambutan Bupati Dony

  • Kehadiran berbagai elemen bangsa: Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk ulama, habaib, umaro, TNI-Polri, mahasiswa, Basarnas, dan veteran.
  • Momentum keberkahan dan syafaat: Keberagaman peserta dianggap sebagai simbol keberkahan dan perlindungan dari Nabi Muhammad SAW.
  • Penguatan nilai-nilai akhlak: Momen Maulid Nabi menjadi ajang untuk meneguhkan nilai-nilai akhlak mulia, cinta kasih, dan persatuan.
  • Doa untuk para pemimpin: Bupati memohon doa agar para pemimpin daerah tetap dapat menjaga rakyatnya dengan tulus dan tanpa korupsi.

Kesimpulan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah tidak hanya menjadi acara keagamaan, tetapi juga menjadi momen penting dalam membangun persatuan dan solidaritas antar elemen masyarakat. Dengan hadirnya berbagai tokoh dan kelompok masyarakat, acara ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kerukunan adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *