Pasar Perhatikan Laporan Keuangan Kuartal III, IHSG Diprediksi Naik

Perkembangan IHSG dan Pemantauan Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Jumat. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Pelaku pasar kini sedang memperhatikan musim pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan di kuartal III 2025, serta perkembangan penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah ketidakpastian akibat shutdown pemerintah AS. Kondisi ini menyebabkan tertundanya data ekonomi AS, sehingga memengaruhi keputusan suku bunga oleh The Fed. Selain itu, kinerja emiten selama musim pelaporan keuangan juga bisa menjadi katalis penting. Performa buruk dari emiten berpotensi menekan IHSG.

Revisi Undang-Undang BUMN

Dari dalam negeri, DPR telah menyetujui revisi keempat Undang-Undang (UU) BUMN. Dengan revisi ini, status Kementerian BUMN berubah menjadi Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Revisi ini mencakup 84 pasal dengan beberapa poin penting, seperti penataan kepemilikan saham holding, larangan rangkap jabatan, penguatan transparansi melalui BPK, pengisian komisaris dengan profesional, kesetaraan gender, serta mekanisme peralihan kepegawaian dari Kementerian ke BP BUMN.

Musim Laporan Keuangan dan Perkembangan Global

Pelaku pasar juga sedang memantau musim pelaporan keuangan perusahaan tercatat (emiten) periode kuartal III 2025. Data-data tersebut akan menjadi acuan bagi investor dalam menentukan strategi investasi mereka.

Di sisi lain, dampak shutdown pemerintah AS yang memasuki hari kedua juga menjadi perhatian. Shutdown ini disebabkan oleh kegagalan kesepakatan anggaran antara Partai Demokrat dan Partai Republik. Presiden AS Donald Trump menilai situasi ini sebagai peluang untuk memangkas agen federal. Shutdown berpotensi menekan PDB AS dan memperlambat pasar tenaga kerja, serta menghambat rilis data penting seperti non-farm payrolls (NFP), yang biasanya menjadi acuan bagi The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunganya.

Secara historis, pasar tidak terlalu terpengaruh oleh shutdown, namun kali ini dianggap lebih berisiko karena kondisi makroekonomi yang rapuh, valuasi pasar tinggi, serta kekhawatiran inflasi.

Prediksi Langkah The Fed dan Pergerakan Pasar Luar Negeri

Ke depan, pelaku pasar menantikan langkah The Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga pada Oktober 2025, seiring melemahnya data ketenagakerjaan AS. Prediksi ini menjadi perhatian utama bagi investor global.

Pada perdagangan Kamis, 2 Oktober 2025, bursa saham Eropa ditutup mayoritas menguat. Euro Stoxx 50 menguat 1,13 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,20 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,28 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 1,13 persen. Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street juga ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 79,05 poin atau 0,17 persen, indeks S&P 500 menguat 0,06 persen, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,39 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *