Paspor Malaysia Lebih Kuat

Kekuatan Paspor Malaysia yang Terus Meningkat

Paspor Malaysia terbukti semakin kuat dalam beberapa bulan terakhir. Sejak dua bulan lalu, kekuatannya mampu melampaui paspor Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa. Peningkatan ini didorong oleh stabilitas politik, risiko imigrasi yang rendah, serta lembaga pemerintahan yang relatif transparan.

Dalam Henley Passport Index 2026 yang dirilis pada 13 Januari, paspor Malaysia berada di peringkat kesembilan secara global. Peringkatnya lebih tinggi dibandingkan AS yang berada di urutan ke-10 dan beberapa negara Eropa seperti Monako dan Bulgaria. Penurunan posisi AS menunjukkan bahwa Malaysia semakin memperkuat daya tariknya sebagai negara dengan akses bebas visa yang luas.

Akses Bebas Visa ke 180 Negara

Warga negara Malaysia dapat melakukan perjalanan ke 180 negara tanpa perlu mengajukan visa. Hal ini menjadikan paspor Malaysia salah satu yang paling diminati di kawasan Asia. Malaysia juga termasuk salah satu dari lima ekonomi Asia yang masuk dalam sepuluh besar indeks tersebut pada tahun 2026. Bersama Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Uni Emirat Arab, Malaysia menunjukkan kinerja ekonomi yang stabil dan berkembang pesat.

Di Asia Tenggara, Malaysia Berada di Urutan Kedua

Di kawasan Asia Tenggara, paspor Malaysia adalah yang terkuat kedua setelah Singapura yang berada di posisi pertama. Peningkatan signifikan terjadi dari posisi Malaysia yang sebelumnya berada di peringkat ke-12 pada 2025. Dalam sejarah 20 tahun Henley Passport Index, posisi tertinggi Malaysia adalah ke-8 pada tahun 2014. Pada tahun 2006 dan 2013, paspor Malaysia berada di peringkat kesembilan, sementara di tahun-tahun lainnya posisinya naik-turun antara peringkat ke-10 hingga ke-14.

Faktor-faktor yang Mendukung Kekuatan Paspor

Stabilitas politik menjadi salah satu faktor utama yang membuat paspor Malaysia semakin kuat. Risiko imigrasi yang rendah dan lembaga pemerintahan yang transparan memberikan rasa percaya kepada otoritas imigrasi negara-negara lain. Warga Malaysia umumnya dianggap sebagai pengunjung yang taat hukum dan memiliki risiko rendah, sehingga memudahkan proses pemberian akses bebas visa.

Selain itu, status ekonomi Malaysia juga berkontribusi penting. Sebagai pusat manufaktur dan perdagangan regional, Malaysia memiliki tenaga kerja terampil, daya beli yang stabil, serta citra pariwisata yang bertanggung jawab. Hal ini membantu meningkatkan kepercayaan internasional terhadap pemegang paspor Malaysia.

Diplomasi yang Memperkuat Hubungan Internasional

Diplomasi aktif yang dilakukan oleh Malaysia juga turut memperkuat posisinya di dunia internasional. Negara ini terus memperkuat hubungan dengan Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika, sambil tetap menjaga hubungan dekat dengan negara-negara Barat. Keterlibatan multilateral dalam berbagai forum internasional semakin memperkuat citra Malaysia sebagai negara yang stabil dan andal.

Keterbukaan Perbatasan yang Tinggi

Dalam hal keterbukaan perbatasan, Malaysia berada di peringkat ke-13 secara global untuk pemberian akses bebas visa, visa saat kedatangan, atau otorisasi perjalanan elektronik (ETA) kepada warga negara dari 167 negara dan wilayah. Ini menunjukkan bahwa Malaysia sangat ramah terhadap para pengunjung dan pelancong.

Pengembangan Paspor dan MyKad yang Lebih Canggih

Malaysia akan meluncurkan paspor dengan desain baru dan fitur keamanan yang ditingkatkan dalam enam bulan mendatang. Desain baru ini juga akan diterapkan pada MyKad, kartu identitas penduduk Malaysia. Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk meningkatkan fitur keamanan karena kedua dokumen tersebut merupakan instrumen keamanan nasional yang penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *