Forumnusantaranews.com- Warga Perumahan Bumi Gandasari, Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, protes atas kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kawasan perumahan yang mencapai 500 persen. Kenaikan yang signifikan ini menimbulkan beban ekonomi bagi warga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah dan tidak memiliki penghasilan tetap.
Warga Perumahan Bumi Gandasari merasa bahwa kenaikan PBB ini tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat desa.
“Biasanya saya bayar 16 ribu sekarang naik jadi 100 ribu lebih, sementara Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) dari desa aja tidak pernah kita rasakan gimana kita mau terima dengan kenaikan PBB ini,” ungkap salah satu warga Perum Bumi Gandasari yang tidak ingin namanya disebutkan, Jumat 19 September 2025.
Dirinya berharap, agar pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kenaikan PBB tersebut.
“Kita merasa bahwa kenaikan PBB ini tidak adil dan tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi kita, apalagi yang sudah tidak memiliki penghasilan tetap,”ucapnya.
Dia juga meminta pemerintah Desa Cigelam untuk transparan kepada masyarakat desa dalam penggunaan DBHP dan berharap pemerintah desa dapat memastikan bahwa DBHP desa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat desa.
“Kita ingin pemerintah desa transparan perihal DBHP dan memprioritaskan kepentingan masyarakat desa terlebih bagi warga perum, jangan dipikir karena kita diam kita gak ngerti,”ujarnya.
Kalau alasannya belum diserahterimakan, katanya, seharusnya pemerintah desa mendorong agar Perum Bumi Gandasari segera diserahterimakan ke Pemerintah Daerah.
“Wacana serahterima itu sudah berlangsung cukup lama tapi sampai sekarang belum juga terlaksana, seharusnya pemerintah desa mendorong agar secepatnya diserahterimakan bukan terkesan sebaliknya, atau jangan-jangan sengaja dibiarkan agar dana desa tidak disalurkan ke perum,” cetusnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Desa Cigelam untuk tahun 2025 menerima dana bagi hasil pajak (DBHP) kurang lebih sekitar Rp 600 jutaan.
Tinggalkan Balasan