Pelaku Penembakan di Brown University Masih Diburu, Trump Libatkan FBI

Penembakan di Brown University, Pihak Kepolisian Masih Mengejar Pelaku

Pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap pelaku penembakan yang terjadi di kampus Brown University, sebuah institusi pendidikan riset bergengsi di Providence, Rhode Island, Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi saat ujian sedang berlangsung di gedung lantai tujuh Departemen Teknik dan Fisika.

Akibat peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya mengalami cedera parah hingga dalam kondisi kritis. Wakil Kepala Kepolisian Providence, Tim O’Hara, menjelaskan bahwa pelaku penembakan diduga merupakan seorang pria yang mengenakan pakaian hitam. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mendekati wilayah yang sedang menjadi fokus operasi polisi.

“Kami sedang mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan tersangka ini. Mohon jangan pergi ke wilayah tersebut,” ujarnya.

Penahanan Sementara Terduga Pelaku

Selama proses penyelidikan, polisi sempat menahan seorang individu yang diduga terkait dengan peristiwa penembakan. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, ternyata orang tersebut bukanlah pelaku penembakan. Awalnya, universitas menyampaikan informasi bahwa seorang tersangka telah ditahan. Namun, pernyataan tersebut kemudian ditarik kembali, dan pihak kampus memberitahu warga bahwa pelaku masih dalam kondisi buron.

Presiden Brown University, Christina Paxson, mengimbau seluruh mahasiswa dan staf untuk tetap berada di tempat aman. “Kita masih dalam keadaan terkunci, dan sangat penting bagi semua anggota komunitas kita untuk tetap berada di tempat masing-masing,” katanya. Ia juga menambahkan, “Ini berarti mengunci semua pintu dan memastikan tidak ada pergerakan di dalam kampus.”

Tanggapan dari Pemimpin Nasional

Presiden AS Donald Trump dikabarkan telah diberi informasi mengenai peristiwa penembakan tersebut. Menurutnya, FBI juga telah diterjunkan ke lokasi kejadian. “Semoga Tuhan memberkati para korban dan keluarga mereka!” tulisnya melalui akun media sosial pribadinya.

Selain itu, Dinas Rahasia AS juga dilaporkan telah diminta untuk memberikan dukungan dalam penanganan kasus ini. Direktur Dinas Rahasia AS, Sean Curran, menyampaikan rasa prihatin atas tindakan kekerasan yang terjadi. “Saya telah menginstruksikan personel Dinas Rahasia kami di Providence untuk memberikan semua dukungan yang dibutuhkan,” tambahnya.

Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak juga dilaporkan bekerja sama dengan aparat keamanan setempat dalam investigasi terkait penembakan tersebut.

Upaya Penegakan Hukum yang Intensif

Pihak kepolisian terus melakukan upaya intensif untuk menemukan pelaku penembakan. Proses penyelidikan melibatkan berbagai lembaga penegak hukum dan instansi terkait. Seluruh langkah yang diambil bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh warga kampus serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwajib. Seiring berjalannya waktu, informasi lebih lanjut akan terus disampaikan oleh pihak kampus dan kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *