Bojonegoro :- Proyek Pelebaran Jembatan Sonorejo – Cendono, senilai Rp 556.721.638 ( Lima Ratus Lima Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Satu Ribu Enam Ratus Tiga Puluh Delapan Rupiah ), yang hampir mencapai finushing itu, berlokasi di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan Bojonegoro.
Pelaksana Proyek CV.Angling Darma, diduga mengurangi volome bahu jalan, yang seharusnya lebar 50 centi meter diduga tidak sampai 50 centi meter.
Pada saat itu, diduga untuk mengurangi pengawasan awak media, sambil bergumam sang Mandor mendorong dorong papan penyangga beton ketepi, yang dibawahnya terbentang sawah, pembatas bibir bahu jalan.
Selain itu, di lokasi proyek, diduga tidak dipasang papan nama
Informasi.
Bahkan pada urukan bahu jalan diduga pula, kurang pemadatan.
Pasalnya,
Jika lantai dasar beton kurang pemadatan, akan terjadi beberapa masalah serius yang dapat mengurangi kekuatan, daya tahan, dan kualitas struktur secara keseluruhan.
Karena apabila cor mengering, akan mengelembong, karena didalamnya tersimpan udara Konsekuensinya akan terjadi pengeropasan pada badan beton.
Ironisnya saat awak media bermaksud ingin mengklarifikasi terkait persoalan ini, kepada Mandor (Penanggung jawab) di lokasi, dirinya malah menunjuk kepada orang lain, yang ternyata orang tersebut adalah petugas dari pihak konsultan.
Kemudian petugas konsultan itu balik menunjuk , bahwa penanggung jawabnya bukannya dia
” Itu lho Pak yang bertopi putih,” tunjuknya, Jumat, 07/11/2025.
Mandor yang mengaku dirinya bernama Mbah Di itu, diduga menunjukan rasa kurang senang, saat dikonfirmasi Lalu ia mengatakan, bahwa terkait dugaan kurangnya pemadatan karena ada dugaan alat tidak memadai, apabila diletakan diruang bahu jalan yang sempit.
Sementara, alasan dugaan pengurangan volume bahu jalan, berdalih karena papan penyangga cor, karena tidak kuat adanya tekanan bibir jalan yang kuat.
Sedangkan dugaan tidak dipasangnya papan informasi, diduga sering diterpa angin.
“Untuk sementara ditaruh di rumah itu Mas,” dalihnya, Jumat, 07/11/2025.
Diketahui papan informasi itu diletakan di sebuah rumah orang setempat.
Pewarta : Dwi S/ Ajas
Penulis & Editor : Ajas
Tinggalkan Balasan