jabar.mediaawas.com
, KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti soal lambannya progres pembangunan flyover Nurtanio yang hingga pertengahan Juni 2025 belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Farhan menyebut, bahwa proses pembangunan flyover itu sebagai ‘misteri’ yang belum terpecahkan. Dia menegaskan bahwa pemerintah kota akan segera meminta klarifikasi langsung ke pemerintah pusat soal proyek tersebut.
“Ada satu titik di Kota Bandung yang sampai sekarang masih misterius kenapa tidak diselesaikan, yaitu jembatan layang di daerah Nurtanio,” kata Farhan saat ditemui di Bandung, Selasa (17/7/2026).
Flyover Nurtanio yang diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan utara Bandung, justru menjadi sumber masalah baru akibat penyempitan jalur dan pekerjaan konstruksi yang lambat.
Farhan menyayangkan ketidakjelasan informasi mengenai proyek yang diketahui merupakan tanggung jawab pemerintah pusat tersebut.
“Kami tidak mau berspekulasi mengapa, tapi yang saya ketahui dengan pasti itu adalah proyek dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, kami akan bertanya nanti,” katanya.
Dia mengakui, masyarakat tidak peduli siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut. Namun yang pasti, kata Farhan, masyarakat menginginkan agar proyek segera diselesaikan.
“Kalau masyarakat gak mau tahu, pokoknya pemerintah aja, mau pusat, mau kota, mau provinsi, yang penting mah beres,” imbuhnya.
Farhan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak akan melepaskan tanggung jawab begitu saja, meskipun kewenangan proyek ada di tangan pemerintah pusat.
“Makanya saya tidak akan mengatakan itu bukan punya kami, itu punya kami—pemerintah. Tapi memang yang punya kewenangan pemerintah pusat,” tuturnya.
Sebagai bentuk konkret, Farhan berencana menemui perwakilan pemerintah pusat pada Kamis mendatang untuk meminta kepastian soal nasib proyek tersebut.
“Untuk itu nanti hari Kamis akan menghadap pemerintah pusat untuk menanyakan apakah akan diselesaikan atau tidak. Kalau mau diselesaikan, kapan?,” tegasnya.
Disinggung soal lambatnya pengerjaan flyover Nurtanio, hingga saat ini Farhan mengaku belum mendapatkan informasi apapun terkait penyebab keterlambatan pembangunan.
“Belum (ada informasi),” tandasnya.
Diketahui, proyek pembangunan flyover Nurtanio dimulai pada Januari 2024 dan ditargetkan rampung pada November 2024. Namun target itu meleset karena kendala pembebasan lahan yang berjalan bersamaan dengan proses konstruksi.
Kemudian pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jakarta-Jawa Barat sebagai penanggungjawab pengerjaan proyek menyatakan, pengerjaan proyek senilai Rp63 miliar itu akan selesai di akhir Mei 2025.
(mcr27/jpnn)
Tinggalkan Balasan