Ngawi.FN. History Ngawi berasal dari tumbuhan AWI atau bambu mempunyai arti sangat bernilai dalam kehidupan sehari-hari, mengingat tumbuhan bambu oleh masyarakat desa punya peran penting terutama untuk pembangunan tetapi bagi pemeluk agama Hindu dan Budha merupakan tempat suci. Dengan proses dan waktu panjang guna menetapkan Hari Jadi Ngawi melalui persetujuan DPRD kabupaten Ngawi tertuang dalam surat keputusan nomor 188. 10/34/1986 tanggal 31 Desember 1986 tentang persetujuan terhadap usulan penetapan hari jadi Ngawi serta berdasarkan surat keputusan Bupati kepala daerah tingkat 2 Ngawi nomor 4 tahun 1986 tanggal 7 Juli 1358 Masehi ditetapkan sebagai hari jadi kabupaten Ngawi akan sejarah tentang asal-usul kota Ngawi. Berasal dari kata AWI, bahasa kuno yang berarti bambu, mendapat imbuhan kata NG, sehingga menjadi Ngawi. Memang sejak dahulu Ngawi banyak pohon bambu terutama di sekitar pinggir sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun sehingga muncul nama daerah yang berasal dari nama tumbuhan cerita Suprapto S.Sos Kepala Desa Sidorejo kecamatan Karangjati kabupaten Ngawi.
Guna melestarikan dan nguri-uri budaya leluhur, Pemerintah Desa Sidorejo masuk wilayah kecamatan Karangjati kabupaten Ngawi mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ngawi menggelar malam tirakatan di dihadiri oleh BPD, RT/RW, Perangkat Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat, bertempat di Aula Kantor Desa Sidorejo pada Malam Senin, 6 Juli 2026. Kepala Desa Suprapto S.Sos mengatakan kegiatan mengadakan malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ngawi ke 668 tahun 2026, setiap setahun sekali bisa berkumpul kembali untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena moment seperti ini sangat penting sebagai ajang silaturahmi dan menjadikan tonggak sejarah unsur masyarakat, meskipun dilakukan secara sederhana tetapi sangat berkesan. Berharap ke depannya kepada perangkat desa untuk bekerja sesuai tupoksinya masing-masing melayani masyarakat dan berperan aktif mendukung juga membantu program pembangunan pemerintah kabupaten Ngawi.
sebagai lumbung pangan nasional . Sehingga dampaknya dirasakan masyarakat dan bermanfaat guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengangkat taraf hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud sesuai tema Hari Jadi Ngawi”Ngawi Tumbuh ,Berdaya,Berbudaya.” Kegiatan malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ngawi ke 668 tahun 2026 guna mengingatkan Kembali sejarah Ngawi kepada generasi milenial biar tidak tergerus perkembangan zaman dengan memutar tentang sejarah Ngawi.Rangkaian acara diawali pembukaan oleh Kepala Desa Sidorejo di lanjutkan tahlilan dipimpin tokoh agama kemudian pemotongan tumpeng dilakukan kepala desa diserahkan kepada sesepuh desa.Dampak pembangunan dapat dirasakan masyarakat sehingga bermanfaat guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengangkat taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebab kabupaten Ngawi, lumbung pangan nasional ,sesuai tema Hari Jadi Ngawi ke 668 tahun 2026 ,” NGAWI TUMBUH ,BERDAYA ,BERBUDAYA,” bisa terwujud.(adf).
Guna melestarikan dan nguri-uri budaya leluhur, Pemerintah Desa Sidorejo masuk wilayah kecamatan Karangjati kabupaten Ngawi mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ngawi menggelar malam tirakatan di dihadiri oleh BPD, RT/RW, Perangkat Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat, bertempat di Aula Kantor Desa Sidorejo pada Malam Senin, 6 Juli 2026. Kepala Desa Suprapto S.Sos mengatakan kegiatan mengadakan malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ngawi ke 668 tahun 2026, setiap setahun sekali bisa berkumpul kembali untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena moment seperti ini sangat penting sebagai ajang silaturahmi dan menjadikan tonggak sejarah unsur masyarakat, meskipun dilakukan secara sederhana tetapi sangat berkesan. Berharap ke depannya kepada perangkat desa untuk bekerja sesuai tupoksinya masing-masing melayani masyarakat dan berperan aktif mendukung juga membantu program pembangunan pemerintah kabupaten Ngawi.
sebagai lumbung pangan nasional . Sehingga dampaknya dirasakan masyarakat dan bermanfaat guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengangkat taraf hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud sesuai tema Hari Jadi Ngawi”Ngawi Tumbuh ,Berdaya,Berbudaya.” Kegiatan malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ngawi ke 668 tahun 2026 guna mengingatkan Kembali sejarah Ngawi kepada generasi milenial biar tidak tergerus perkembangan zaman dengan memutar tentang sejarah Ngawi.Rangkaian acara diawali pembukaan oleh Kepala Desa Sidorejo di lanjutkan tahlilan dipimpin tokoh agama kemudian pemotongan tumpeng dilakukan kepala desa diserahkan kepada sesepuh desa.Dampak pembangunan dapat dirasakan masyarakat sehingga bermanfaat guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengangkat taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebab kabupaten Ngawi, lumbung pangan nasional ,sesuai tema Hari Jadi Ngawi ke 668 tahun 2026 ,” NGAWI TUMBUH ,BERDAYA ,BERBUDAYA,” bisa terwujud.(adf).
Tinggalkan Balasan