Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang aksesori mobil yang berada di Jl Mangga Ubi No. 6, Kapuk, Jakarta Barat. Kebakaran ini menghancurkan seluruh barang dagangan yang disimpan di dalam gudang, termasuk berbagai aksesori seperti jok, karpet dasar, hingga bumper mobil. Gudang tersebut juga difungsikan sebagai tempat pengerjaan aksesori mobil, sehingga kebakaran ini menyebabkan kerugian besar bagi pemiliknya.
Sebanyak 18 unit alat pemadam dan 80 personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena sifat bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti plastik dan kain.

Menurut Daluri (65), seorang mandor yang sedang bekerja di dalam gudang, api pertama kali muncul sekitar pukul 15.30 WIB pada hari Senin, 2 Oktober 2025. Saat itu, sekitar 20 orang sedang bekerja di dalam gudang. Daluri mengatakan bahwa listrik tiba-tiba padam, kemudian muncul percikan api dari salah satu panel colokan listrik. Percikan api ini dengan cepat berkembang menjadi api besar yang menyambar aksesori mobil yang mudah terbakar.
Daluri menduga penyebab utama kebakaran adalah korsleting listrik. Para pekerja mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun tidak berhasil. Ada sekitar empat APAR yang digunakan, tetapi api sudah terlalu besar. Setelah gagal memadamkan api, para pekerja berlarian keluar gudang untuk menyelamatkan diri.
Saat mereka keluar, sejumlah warga sekitar telah melihat kebakaran dan langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, nilai kerugian masih dalam proses perhitungan oleh pihak Gulkarmat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Api berhasil merobohkan atap gudang yang terbuat dari seng, sehingga atap tersebut ambrol dan menyentuh lantai. Deretan rak penyimpanan juga hancur akibat terbakar dan tertimpa atap. Asap tebal berwarna hitam mengepul ke udara, membuat dinding bangunan yang sebelumnya bercat putih menjadi hitam pekat. Lorong di samping gerbang masuk penuh asap, sehingga menyulitkan petugas melihat bagian dalam gudang.
Daluri menyebut bahwa sebagian besar barang di gudang tidak terselamatkan oleh para pekerja. Salah satu Komandan Regu Pemadam Kebakaran Grogol Petamburan, Heri, mengungkapkan bahwa petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 17.50 WIB. Meski api sudah padam, proses pendinginan masih dilakukan karena masih ada sisa-sisa api di dalam.
Heri menjelaskan bahwa proses pendinginan cukup sulit karena banyaknya bahan mudah terbakar dari aksesori mobil yang disimpan di dalam gudang. “Agak susah karena banyak plastik kan bahannya, si aksesoris yang disimpan itu. Bemper-bemper gitu, kan rata-rata dari plastik,” ujarnya.
Tim damkar juga melakukan penguraian bangunan untuk memadamkan titik api yang tertimbun agar tidak kembali menyala. Heri menilai pemadaman berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Air yang digunakan berasal dari kali di seberang bangunan dan dinilai cukup mencukupi.
Tinggalkan Balasan