Kerja Sama dengan Jepang dan Pengadaan Alat Berat untuk Pengelolaan Sampah
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya mencari solusi jangka panjang dalam menghadapi masalah sampah yang selama ini menjadi tantangan besar. Salah satu langkah yang diambil adalah kerja sama dengan negara Jepang dalam pengelolaan persampahan. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian masalah sampah yang kini masih menjadi PR utama.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara launching pengadaan alat berat tahun anggaran 2025. Dalam acara tersebut, disiapkan beberapa alat berat seperti satu unit buldozer, dua unit truk arm roll, satu unit truk skylift, serta lima unit Loud Haul Container (LHC). Penambahan armada ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Buleleng dalam mengatasi persoalan sampah.
Meski demikian, Bupati tidak menyangkal bahwa alat-alat ini bukanlah solusi permanen. Hal ini karena lahan yang tersedia untuk penampungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, terbatas. Saat ini, TPA Bengkala memiliki luas hampir 8 hektar dan masih mampu menampung sampah. Namun, secara perlahan jumlah sampah akan meningkat, sehingga diperlukan solusi jangka panjang.
Salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan adalah kerja sama dengan Jepang. Draf proposal kerja sama tersebut kini sedang dipelajari oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng. Menurut Bupati, tawaran dari pihak Jepang datang langsung ke pemerintah daerah. Meskipun belum ada regulasi yang jelas, ia menyatakan ketertarikan terhadap pembangunan incinerator (tempat pembakaran sampah).
“Jika Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembangunan incinerator sudah ada, kami siap membangkannya. Saat ini sedang menunggu aturan presiden yang mengizinkan pembangunan incinerator,” ujarnya. Ia menilai lokasi TPA Bengkala cukup luas dan jauh dari pemukiman, sehingga cocok untuk pembangunan incinerator.
Pengadaan Alat Berat dengan Anggaran Rp5,4 Miliar
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Gede Putra Aryana, menjelaskan bahwa pengadaan alat berat dilakukan menggunakan anggaran tahun 2025 dengan total nilai mencapai Rp5,4 miliar. Dana tersebut berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali sebesar Rp4 miliar dan APBD Buleleng sebesar Rp1,4 miliar.
Menurut Aryana, alat-alat ini akan membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi tugas operasional DLH. Dengan adanya alat baru, penanganan sampah akan lebih cepat, lingkungan akan lebih bersih, dan keindahan kota dapat terjaga lebih baik.
Ia juga menyebutkan bahwa truk pengangkut sampah menjadi kebutuhan mendesak. Sebagian armada lama sudah rusak dan tidak layak pakai. Dengan tambahan armada baru, distribusi sampah dari Tempat Pengumpulan Sampah (TPS) hingga ke TPA Bengkala diharapkan bisa berjalan lebih lancar.
Langkah Menuju Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
Pengadaan alat berat dan kerja sama dengan Jepang merupakan bagian dari upaya Buleleng dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah. Selain itu, pemerintah daerah juga terus mencari solusi jangka panjang, termasuk pembangunan incinerator jika regulasi telah tersedia.
Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah konkret, diharapkan masalah sampah di Buleleng dapat segera terselesaikan. Ini akan berdampak positif pada lingkungan dan kualitas hidup masyarakat setempat.
Tinggalkan Balasan