ForumNusantaranews.com Pesisir Barat – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menerima audiensi dari pengurus Repong Indonesia terkait pemaparan gagasan proposal serta rekomendasi penguatan unit konservasi gajah sebagai garda terdepan dalam upaya penyelamatan gajah liar dan gajah latih. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Zukri Amin, pada Kamis (12/3/2026) di Ruang Payung Agung Lantai 4, Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Repong Indonesia, Sunarni Widyastuti, memaparkan secara langsung gagasan proposal program yang bertujuan memperkuat upaya penyelamatan gajah liar dan gajah latih di wilayah sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Sunarni menjelaskan bahwa program yang diajukan merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi pada peringatan Hari Gajah Sedunia atau Global Elephant Day tahun 2025. Program tersebut mengusung gagasan mendorong upaya penyelamatan gajah sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan taman nasional melalui penguatan unit konservasi gajah, dukungan pemerintah daerah, serta pengembangan ekowisata berbasis gajah.
Ia juga menyampaikan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah, masih kerap terjadi di beberapa wilayah. Selain itu, potensi wisata berbasis gajah di Resort Pemerihan dan wilayah sekitarnya dinilai belum dikelola secara optimal, sehingga diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mengembangkan potensi tersebut sekaligus menjaga kelestarian satwa.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa proposal program tersebut diajukan kepada Yayasan KEHATI melalui skema pendanaan Tropical Forest Conservation Action for Sumatra (TFCA Sumatera). Saat ini program tersebut telah melalui tahapan seleksi awal dan tengah memasuki tahap penilaian akhir.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Zukri Amin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Repong Indonesia dalam mendukung upaya pelestarian gajah sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Menurutnya, keberadaan unit konservasi gajah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat pada prinsipnya mendukung berbagai program yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan serta perlindungan satwa dilindungi.
Audiensi tersebut juga menjadi forum diskusi antara pemerintah daerah dan Repong Indonesia dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna memperkuat pengelolaan konservasi gajah sekaligus mendorong pengembangan ekowisata berbasis konservasi di wilayah Kabupaten Pesisir Barat.
Melalui pertemuan ini diharapkan dapat terjalin sinergi antara pemerintah daerah, lembaga konservasi, serta berbagai pihak terkait dalam mendukung upaya penyelamatan gajah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.(Apri)
Tinggalkan Balasan