Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Ruang Kelas dalam Dua Tahun Pertama
Dalam dua tahun ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan menitikberatkan pembangunan pada infrastruktur jalan dan ruang kelas. Hal ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan untuk periode 2025-2029. Saat ini, dokumen strategis tersebut sedang dalam proses akselerasi dan harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Direncanakan, RPJMD akan dibahas bersama DPRD dalam pekan ini.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menekankan bahwa program pemerintah harus memiliki fokus dan arah yang jelas. Di tahun pertama dan kedua, prioritas utama adalah pembangunan infrastruktur, termasuk jalan dan ruang kelas. Setelah itu, fokus akan beralih ke sumber daya manusia (SDM) pada tahun ketiga. Tahun keempat akan difokuskan pada pengembangan ekonomi, sedangkan tahun kelima akan mencakup pembangunan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurut Cecep, Kabupaten Tasikmalaya memiliki total panjang jalan sepanjang 1.230 kilometer. Dari jumlah tersebut, 56% dalam kondisi baik, sedangkan 44% dalam kondisi rusak. Dalam dua tahun pertama, pemerintah menargetkan untuk memperbaiki sekitar 500 kilometer jalan yang rusak. Dari angka tersebut, 150 kilometer akan dikerjakan pada tahun pertama dan 150 kilometer lainnya pada tahun kedua. Dengan demikian, selama dua tahun ini, sekitar 300 kilometer jalan akan dibangun dan diperbaiki.
Selain itu, jalan-jalan yang lebih pendek akan menjadi prioritas dalam tiga tahun berikutnya. Beberapa jalan utama yang akan menjadi fokus antara lain jalan poros ke selatan seperti Papayan-Cikalong, serta jalan di poros barat, yaitu Warung Peuteuy-Taraju-Bojonggambir. Cecep menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah pembangunan infrastruktur jalan, yang juga telah tercantum dalam rencana RPJMD.
Proses Harmonisasi RPJMD dengan Kemenkumham
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Sonjaya Saehuri, menjelaskan bahwa saat ini RPJMD 2025-2029 sudah masuk tahapan harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Sesuai dengan Permendagri nomor 2 tahun 2025, rancangan akhir setelah direview oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) akan disampaikan ke dewan.
Rudi berharap, dalam minggu ini proses harmonisasi akan selesai sehingga dapat segera disampaikan ke DPRD. Dokumen strategis ini menetapkan fokus pembangunan daerah, dengan prioritas utama pada pembangunan dan rekonstruksi jalan selama dua tahun pertama.
Program Pembangunan Jalan yang Menyeluruh
Rudi menjelaskan bahwa program pembangunan jalan tidak hanya mencakup pemeliharaan rutin, tetapi juga perbaikan dan pembangunan menyeluruh di seluruh wilayah kabupaten. Ia menegaskan bahwa pemeliharaan rutin sudah ada program tersendiri, sehingga fokus utama adalah pada perbaikan menyeluruh.
Dengan adanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas aksesibilitas dan memastikan kebutuhan masyarakat akan fasilitas transportasi yang layak. Selain itu, peningkatan infrastruktur juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Tinggalkan Balasan