Pemprov DKI Kumpulkan Rp 3,1 Miliar Donasi Bencana Sumatera dari Perayaan Tahun Baru 2026

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Berbeda, Fokus pada Donasi dan Kepedulian

Pemprov DKI Jakarta berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 3,1 miliar dari masyarakat dalam rangkaian perayaan malam tahun baru 2026. Uang tersebut akan diserahkan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian warga Jakarta.

Perayaan tahun baru kali ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemprov DKI memilih untuk tidak menggunakan kembang api dan menggantinya dengan kegiatan donasi serta doa bersama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana di Sumatra dan wilayah lain di Indonesia.

Acara perayaan Tahun Baru 2026 digelar di beberapa titik di Jakarta. Acara dimulai dengan doa bersama yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Pramono berharap doa serta bantuan moral, spiritual, dan sosial dari warga Jakarta dapat meringankan beban masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah lain yang terdampak.

Selain donasi dari masyarakat, sebanyak 10 persen pendapatan Ancol, BUMD milik DKI Jakarta, juga akan disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan. Kontribusi dari Ancol dinilai signifikan dan akan digabungkan dalam total donasi yang dikumpulkan.

Penyaluran bantuan akan dikelola oleh Pemprov DKI bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Mekanisme penyaluran bantuan melalui Baznas telah digunakan beberapa kali sebelumnya untuk membantu wilayah yang terdampak bencana.

Pramono juga mengapresiasi respons positif masyarakat terhadap kebijakan peniadaan kembang api pada perayaan tahun baru. Menurutnya, kepatuhan masyarakat mencerminkan empati dan kedewasaan. Ia menilai dukungan publik sangat luar biasa.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi format perayaan tahun baru pada tahun-tahun mendatang. Namun, bagi Pramono dan Wakil Gubernur Rano Karno, momentum pergantian tahun tetap menjadi waktu untuk terus bekerja dan melayani masyarakat.

Meskipun seluruh rangkaian acara malam tahun baru selesai pukul 01.00 WIB, layanan transportasi publik tetap beroperasi hingga pukul 02.00 WIB. Transjakarta pada koridor utama juga beroperasi selama 24 jam untuk memastikan masyarakat dapat kembali ke rumah dengan aman dan tertib.

Pemprov DKI Jakarta menyiagakan personel lintas perangkat daerah untuk menjaga kebersihan, kelancaran mobilitas, dan keamanan kota setelah perayaan. Sebanyak 3.395 petugas Dinas Lingkungan Hidup dikerahkan untuk menjaga kebersihan kota. Sementara itu, 2.191 personel Dinas Perhubungan disiagakan untuk kelancaran mobilitas, dan 1.692 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertugas menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *